Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Gerak Cepat Stabilkan Harga Telur Dan Minyak Goreng
Jumat, 15 Mei 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah bergerak cepat meredam gejolak harga telur dan minyak goreng yang mulai naik di sejumlah daerah. Langkah stabilisasi dilakukan untuk menjaga harga tetap terjangkau tanpa membuat peternak merugi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dari hasil pemantauan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan jajaran Bulog, dipastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman.
"Kita bergerak cepat ya dengan Mendag mengecek lapangan, karena pangan itu aman," ujar Zulhas-sapaannya di lokasi.
Meski pasokan aman dan harga di tingkat konsumen masih relatif terkendali, Pemerintah mulai mencermati tekanan yang terjadi di tingkat peternak ayam petelur.
Harga telur ayam ras di pasar masih berada di kisaran Rp 27.000 per kilogram atau sesuai harga acuan pemerintah. Namun di tingkat peternak, harga telur turun hingga sekitar Rp 22.500 per kilogram atau di bawah harga acuan pembelian produsen sebesar Rp 26.500 per kilogram.
Baca juga : Persiapan Puncak Haji Capai 90 Persen
Di sisi lain, biaya produksi peternak meningkat akibat harga jagung pakan yang masih tinggi. Kondisi itu dinilai berpotensi menekan usaha peternak jika tidak segera diantisipasi. Karena itu, Pemerintah langsung menyiapkan sejumlah langkah cepat.
Zulhas menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan.
Menurut Zulhas, program MBG dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga serapan telur nasional, membantu stabilisasi harga, sekaligus memberi kepastian pasar bagi peternak.
"Nah, kemudian harganya ini agar bisa sesuai HET telur, kita minta BGN. Karena kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti 48 juta telur satu kali belanja itu,” kata Zulhas.
Selain itu, Zulhas juga meminta Perum Bulog segera melepas Cadangan Jagung Pemerintah ke sentra peternak ayam petelur agar harga pakan lebih terkendali.
Baca juga : Bambang Rukminto: Jalan Tengah Untuk Akomodir Semua Pihak
Pemerintah turut mendorong distribusi jagung dari daerah surplus ke kawasan peternakan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah juga menyoroti distribusi Minyakita, terutama di wilayah Maluku dan Papua yang harga jualnya masih di atas harga eceran tertinggi (HET) akibat tingginya biaya distribusi. Bulog bersama kementerian terkait diminta memperkuat distribusi dan dukungan transportasi agar harga minyak goreng di wilayah timur Indonesia dapat lebih terkendali.
“Saya sudah minta agar ini bisa dihandle oleh Bulog, segera menyuplai daerah-daerah termasuk Papua dan Maluku. Nanti juga dengan Kementerian Perhubungan karena memberikan subsidi transportasi agar harga bisa ditekan,” ungkapnya.
Ketua Umum PAN ini menegaskan, Pemerintah akan terus bergerak cepat menjaga stabilitas pangan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pangan harus tetap aman bagi masyarakat sekaligus adil bagi petani dan peternak sebagai tulang punggung produksi pangan nasional.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia per Kamis (14/5/2026), harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 16.050 per kilogram dan beras kualitas bawah II Rp 15.550 per kilogram.
Baca juga : Rudianto Lallo: Desain Ini Menjaga Objektivitas Lembaga
Kemudian beras kualitas medium I berada di harga Rp 17.600 per kilogram dan beras kualitas medium II Rp 17.100 per kilogram. Untuk beras kualitas super I tercatat Rp 19.400 per kilogram dan kualitas super II Rp 18.650 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat Rp 21.900 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 25.950 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II Rp 23.800 per liter. Adapun harga telur ayam ras segar berada di kisaran Rp 30.750 per kilogram. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya