Paris Agreement menghasilkan kesepakatan bagi negara-negara dunia dalam penanganan kasus global untuk menjaga iklim dari kenaikan suhu dan menekan efek gas rumah kaca. Di antara negara dunia tersebut, Indonesia termasuk negara yang berkomitmen dan turut aktif dengan target nationally determined contribution (NDCs) di tahun 2030. Selain itu, untuk menekan efek gas rumah kaca, Indonesia menargetkan net zero emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.
Kurang lebih sudah 10 tahun berlalu sejak penandatanganan keputusan Paris Agreement, kondisi Indonesia terus bertumbuh dalam mencapai target NZE dengan berbagai rencana program. Sebagai contoh, Indonesia yang berada di wilayah tropis memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 Giga Watt (GW). Pada 2024, pemanfaat mencapai 0,9 GW (Dewan Energi Nasional, 2025). Nilai tersebut sudah mengalami peningkatan dari sebelumnya, yaitu pemanfaatan sebesar 0,3 GW di tahun 2022 (Suharyati et al., 2023).
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimanfaatkan secara fleksibel baik di tanah lapang maupun di atap. Melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2 Tahun 2024, Pemerintah mengatur mengenai mekanisme PLTS atap yang diharapkan dengan adanya kebijakan tersebut mampu memberikan efek positif dalam penggunaan PLTS atap.
Bagi industri yang tidak memiliki tanah lapang, penggunaan PLTS atap dapat menjadi solusi. Mengingat bahwa sektor industri merupakan penyumbang terbesar kedua emisi CO2 yakni 27% di tahun 2024 (Surhayati et al., 2025). Penggunaan PLTS atap terbesar saat ini yaitu dari PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya dengan instalasi sebesar 22,5 MW. Nilai ini dapat menekan emisi CO2 sebesar 26,8 juta kilogram (Admin Xurya.com, 2026). Selain itu, PLTS dapat dimanfaatkan di area waduk atau disebut PLTS terapung. Sebut saja PLTS Cirata yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 192 Mega Watt peak (MWp) dan bisa dioptimalkan di kemudian hari hingga 1,2 GWp (Pristiandaru, 2023).
Berkembangnya program untuk memanfaatkan energi surya, dapat berimbas pada pergeseran tren profesi dan keahlian. Saat ini istilah dan kesempatan untuk berkarir di sektor green jobs banyak dijumpai. Green jobs menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO) merupakan pekerjaan yang berkontribusi untuk melestarikan lingkungan di sektor tradisional maupun di sektor yang berkaitan dengan energi terbarukan dan efisiensi energi. Apabila ditarik pada contoh untuk perusahaan yang bergerak di jasa pemasangan PLTS, ada berbagai macam posisi green jobs yang tersedia, di antaranya: PV engineer, maintenance & operation, site engineer, drafter, teknisi, sales engineer, dan lain sebagainya.
Baca juga : Pemerintah Tutup 1.004 Situs Ilegal
Penyerapan tenaga kerja di sektor PLTS ini diperkirakan sebesar 348,1 ribu peluang (41,6%) dari total 836,7 ribu peluang tenaga kerja pada keseluruhan sektor energi baru terbarukan (Rachmanto et al., 2026). Kemudian data dari sumber yang sama menyatakan, tenaga kerja di sektor PLTS yang telah terserap memiliki tingkat pendidikan SMK sebesar 32% dan SMA sebesar 31% dengan profesi sebagai teknisi teknik listrik sebesar 33,5% dan teknisi perbaikan jaringan listrik sebesar 24,1%.
Kesempatan ini bisa dimanfaatkan walaupun penyerapan tenaga kerja masih terpusat pada Provinsi Jawa Barat (24%), Jawa Timur (13%), Jawa Tengah (9,4) DKI Jakarta (7,5%), Sumatera Utara (7,3%) dan lainnya. Tidak hanya perusahaan yang bergerak pada jasa pemasangan PLTS, tenaga kerja juga bisa terserap di pabrikan modul surya di Indonesia yang pada tahun 2022 setidaknya sudah berjumlah 21 pabrikan (Bagaskara & Bintang, 2022). Tantangan dari pabrikan modul surya ialah persaingan dengan barang impor yang lebih murah. Namun melihat secara keseluruhan, proyek strategis berupa percepatan PLTS dapat diandalkan sebagai peluang menggapai green jobs.
Pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana persiapan calon tenaga kerja dalam memaksimalkan momentum ini? Dalam (Agustin et al., 2025) setidaknya terdapat tiga hal yang perlu ditingkatkan untuk persiapan tenaga kerja dalam menggapai green jobs, seperti keterampilan hijau (green skills), pengetahuan keberlanjutan (sustainability knowledge), dan sikap pro-lingkungan (pro-environmental attitudes).
Penelitian pada tahun 2024 mengenai green skill terhadap kesiapan kerja lulusan SMK menyatakan bahwa tingkat keterampilan hijau belum sesuai dengan pangsa pasar dikarenakan belum terintegrasi dengan kurikulum sekolah vokasi (Muaddab et al., 2024). Hal serupa juga dialami oleh perguruan tinggi, misal terkait kurikulum multi-disciplinary sustainability management yang belum menjawab sepenuhnya kebutuhan kemampuan di sektor green jobs (Satriadi et al., 2025). Oleh karena masih dalam masa transisi, bukan berarti sektor pendidikan formal dapat diabaikan. Alangkah baiknya untuk bisa mencari sistem pembelajaran di sektor lain sehingga nantinya akan saling melengkapi. Adapun beberapa program tersebut adalah
1. Program Pelatihan di Balai Latihan Kerja
Baca juga : PNM Kembangkan Klaster Pala untuk Perkuat Ekonomi Perempuan NTT
Program ini di bawah Kemnaker yang secara singkat memberikan keahlian kepada peserta berdasarkan keahlian bidang yang diipilih. Ada berbagai jenis klasifikasi seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun Balai Latihan Kerja (BLK). Program pelatihan tersebut menyediakan berbagai pelatihan seperti instalasi sistem tenaga, instalasi listrik bangunan, pelatihan autocad. Adapun pelatihan mengenai sistem PLTS dapat ditemui di BBPVP Serang, BPVP Sorong, dan BLK Surabaya. Kesempatan seperti ini perlu disadari, mengingat tidak hanya dalam bentuk pelatihan melainkan juga terdapat uji sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang biasanya berlaku untuk 3 tahun. Untuk lama pelatihan di BLK biasanya 25 hari kerja, atau seperti BBPVP memiliki rentang waktu yang lebih lama.
2. Program Sertifikasi
Program sertifikasi kompetensi ini memiliki skema bisa dilakukan tanpa pelatihan terlebih dahulu atau ikut pelatihan bootcamp yang diadakan oleh penyelenggara swasta kemudian bekerjasama dengan badan sertifikasi. Kegiatan pelatihan atau bootcamp memiliki rentang waktu yang berbeda-beda tergantung pihak penyelenggara. Di antara sertifikasi tersebut adalah sertifikasi yang diterbitkan oleh ESDM-DJK, BNSP, dan PPSDM KEBTE. Berbeda dengan poin nomor 1, pada program ini tentu membutuhkan biaya
3. Program Green (Global Renewable Energy and Electricity Knowledge)
Program Green merupakan inisiasi dari PPSDM KEBTKE yang memiliki tujuan untuk memberikan kursus online kepada masyarakat dalam mempelajari bidang ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, dan konservasi energi. Diantara turunan bidang tersebut seperti Pengenalan Energi Baru Terbarukan, Pemasangan PLTS Off Grid, Survei Potensi PLTMH, Pemanfaatan Langsung Panas Bumi dan lain sebagainya.
4. Program Magang Kolaborasi
Baca juga : The Jungle Waterpark Hadirkan Promo MeiRiah untuk Pelajar dan Mahasiswa
Selain pelatihan vokasi, Kemnaker juga memiliki program magang yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Salah satu contoh perusahaan tersebut ada yang bergerak di bidang PLTS yaitu Niera Solar yang pada bulan November 2025 memberikan kesempatan bagi mahasiswa atau fresh graduate untuk bisa melakukan program magang. Melalui program magang, diharapkan dapat meningkatkan green skill, pro-environmental attitudes dan menambah pengalaman dengan terjun secara langsung bagaimana bekerja di bidang PLTS. Selain itu dapat menambah relasi yang nantinya menjadi jejaring untuk saling bertukar informasi. Bukan tidak mungkin, program magang selanjutnya akan menambah perusahaan lainnya yang bergerak di bidang PLTS.
5. Program Beasiswa LPDP - Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM)
Program Beasiswa LPDP merupakan program di bawah naungan Kementerian Keuangan, yang pada Tahun 2026 memberikan dukungan dengan kemunculan Beasiswa STEM Industri Strategis. Dengan demikian, diharapkan Indonesia memiliki banyak talenta unggul seperti bidang pangan, energi, pertahanan, transportasi, dan lain sebagainya.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.