BREAKING NEWS
 

Mulai Pangkas Jumlah Anak Usaha

Kinerja BUMN Diprediksi Bakal Makin Mengkilap

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 26 Mei 2026 06:30 WIB
Toto Pranoto. (Foto. Dok. FEB UI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Pemerintah merampingkan ratusan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan keputusan tepat. Sebab, langkah tersebut akan membuat perusahaan pelat merah lebih fokus ke bisnis intinya, sehingga kinerjanya berpotensi semakin mengkilap.

Pemerintah memutuskan merampingkan ratusan anak usaha BUMN dengan tujuan agar lebih fokus pada bisnis inti, efisien, dan mampu meningkatkan daya saing perusahaan negara. 

Sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN mulai ditata melalui berbagai skema agar semakin efektif, efisien, dan beroperasi sesuai prinsip korporasi yang profesional serta kompetitif di pasar. 

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI (Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) Toto Pranoto mendukung langkah pemangkasan puluhan anak usaha BUMN. Menurut Toto, perampingan dilakukan agar perusahaan pelat merah lebih fokus pada bisnis inti (core business). 

Baca juga : Anak Muda Diminta Cerdas, Cermat & Cuan Berinvestasi

“Kinerja mereka diharapkan bisa meningkat karena proses ini dapat meningkatkan efisiensi dan memperbesar potensi sinergi antar-BUMN,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, Jumat (22/5/2026). 

Toto menilai, pemangkasan terhadap 47 anak usaha Perkebunan Nusantara (PTPN), 28 anak usaha Semen Indonesia Group (SIG), hingga 17 anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) berpotensi mendongkrak kinerja perusahaan. 

Kendati begitu, Toto mengingatkan ada tantangan terbesar yang membayangi langkah konsolidasi BUMN. Yakni terletak pada tahap implementasi pasca-merger. 

Menurutnya, banyak proses penciptaan nilai tambah gagal karena lemahnya integrasi setelah merger dilakukan. 

Baca juga : Dana CSR BUMD Buat Urus Problem Sampah & Sanitasi

Karena itu, ia menekankan pentingnya keberadaan Project Management Office (PMO) yang kuat untuk mengawal transformasi dan integrasi perusahaan agar berhasil. 

“Pengurangan jumlah BUMN tidak boleh hanya berfokus pada penurunan angka perusahaan, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi BUMN ke depan,” tegasnya. 

Terpisah, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Seno Soemadji membenarkan kabar rencana penutupan anak usaha. 

Menurut Seno, perampingan lini bisnis perlu dilakukan demi memperkuat strategi bisnis berkelanjutan Telkom di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. 

Adsense

Baca juga : Milan-Juventus Ke Liga Pocong

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai superholding aset strategis negara, untuk mengkonsolidasikan unit bisnis yang selama ini tumpang tindih. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense