Dark/Light Mode

Kunjungan Kerja Ke Daerah, Gibran Aktif Belanja Masalah

Senin, 25 Mei 2026 07:50 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi SD Negeri dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026). (Foto: Setwapres)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi SD Negeri dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026). (Foto: Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali blusukan ke daerah. Tak sekadar meninjau proyek atau menyapa warga, putra sulung Presiden RI ke-7 Jokowi ini aktif belanja masalah. 

Jumat (22/5/2026), Gibran terbang ke Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama rombongan, ia tiba menggunakan helikopter di Lapangan Gereja Bet’el Oelamopu sekitar pukul 13.27 WITA dan disambut antusias masyarakat lewat tarian adat khas Amfoang. 

Gibran langsung menyapa dan berdialog dengan warga. Mantan Wali Kota Solo itu berbincang dengan masyarakat di depan rumah Pastori, Jemaat Bethesda Oelamopu, Desa Manubelon. 

Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya soal sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite. 

Mendengar curhatan warga, Gibran langsung menggali persoalan lebih jauh. 

Baca juga : Gedung Putih Diberondong Peluru, Trump Selamat Lagi

"Kalau beli BBM, khususnya Pertalite, sekarang harganya berapa per liter?" tanya Gibran. 

"Rp 25 ribu per liter," jawab warga serentak. 

Gibran kembali memastikan. "Belinya kapan?" tanya Gibran lagi. 

"Kemarin Pak, buat isi motor," jawab salah seorang warga yang mengaku biasa membeli dua liter Pertalite. 

Percakapan berlanjut. Gibran menanyakan berapa lama dua liter BBM itu habis dipakai. 

Baca juga : Istitha’ah Ketat Tekan Jemaah Dirawat Saat Haji

"Sekitar satu minggu, tergantung pemakaian," ujar warga. Namun ada pula yang mengaku menghabiskan dua liter dalam sehari.

Usai membahas BBM, Gibran kembali “belanja masalah”. Kali ini soal ketersediaan elpiji. Jawaban warga kembali membuatnya prihatin. 

Masyarakat mengaku sulit mendapatkan elpiji sehingga mayoritas masih mengandalkan kayu bakar dan minyak tanah untuk memasak. Mendengar persoalan itu, Gibran memastikan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. 

"Jadi masalah utamanya BBM, ya. Setelah ini kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina," ujarnya. 

Sebelumnya, Gibran juga meninjau Dusun III, Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, untuk melihat kondisi dua jembatan yang putus diterjang banjir. 

Baca juga : Abdul Aziz: Penanganan Kesehatan Mental Sudah Responsif

"Dan saya lihat ini kerusakannya cukup parah," katanya. 

Dua jembatan yang rusak, yakni Jembatan Termanu dan Kali Kapsali, selama ini menjadi jalur vital mobilitas warga. Terutama untuk aktivitas ekonomi dan transportasi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.