Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pansus: Harus Beri Dampak Nyata Buat Warga Jakarta
Dana CSR BUMD Buat Urus Problem Sampah & Sanitasi
Selasa, 26 Mei 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panitia Khusus (Pansus) Corporate Social Responsibility/Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR/TJSL) mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memperkuat tata kelola program CSR, agar lebih transparan, akuntabel dan memberikan dampak nyata untuk masyarakat. Dana CSR antara lain bisa dimanfaatkan untuk menangani masalah sampah dan sanitasi.
Ketua Pansus CSR/TJSL Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengatakan, pihaknya masih mendalami pelaksanaan program CSR sejumlah BUMD selama lima tahun terakhir. Termasuk rencana program tahun 2026 dan tiga tahun mendatang.
Menurut dia, program CSR tidak cukup hanya dijalankan secara transparan. Namun, juga harus memiliki dampak nyata bagi warga Jakarta.
Dia menjelaskan, ada empat bidang utama CSR, yakni ekonomi, sosial-keagamaan, lingkungan dan penanganan bencana. Empat bidang itu harus tergambar jelas, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan.
“Transparansi sudah baik, tetapi harus akuntabel. Apa yang direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan, harus sesuai,” kata Ghozi, Jumat (22/5/2026).
Baca juga : Milan-Juventus Ke Liga Pocong
Pansus juga menyoroti pemisahan sumber dana CSR. Dana zakat, donasi nasabah maupun penghimpunan lainnya, tidak boleh dicampur dengan dana CSR, karena memiliki mekanisme berbeda.
“CSR itu murni dari laba perusahaan. Jadi, penyalurannya harus dipisahkan dari zakat, donasi, atau penghimpunan dana nasabah,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Ghozi juga meminta penyaluran dana CSR BUMD lebih diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak warga Jakarta, terutama menangani persoalan sampah hingga layanan sosial. Menurutnya, masih ditemukan program CSR BUMD yang disalurkan ke luar wilayah Jakarta.
Padahal, BUMD DKI merupakan perusahaan milik Pemprov DKI yang modalnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. “Masih banyak kebutuhan warga Jakarta yang memerlukan dukungan CSR, mulai dari sektor pendidikan hingga sosial,” ucap dia.
Selain itu, Pansus meminta laporan penyaluran CSR antar BUMD dibuat lebih rinci agar memudahkan fungsi pengawasan DPRD. “Kami meminta laporan dibuat lebih detail, jelas lokusnya, penerima manfaatnya, dan nilai nominal yang disalurkan,” imbuhnya.
Baca juga : 4 Kali Menang Beruntun, Si Bocah Ajaib Ukir Sejarah F1
Wakil Ketua Pansus CSR DPRD DKI August Hamonangan meminta program CSR yang bersifat seremonial, dialihkan untuk menangani persoalan mendesak, seperti sampah dan sanitasi.
Menurut dia, hingga kini masih ada sekitar 3.000 kepala keluarga di Jakarta yang belum memiliki septic tank (sepiteng) higienis.
August menambahkan, pergeseran anggaran CSR di bawah 10 persen, sebenarnya dapat diputuskan melalui rapat Dewan Komisaris tanpa harus menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Ini masalah riil yang berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan warga Jakarta. Di sinilah seharusnya CSR BUMD hadir memberikan solusi cepat,” tandas August.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan, pengelolaan CSR/TJSL di Bank Jakarta mengacu pada prinsip prudent, akuntabel, transparan, efektif, tepat sasaran dan nyata manfaatnya atau PATEN.
Baca juga : Kuba: Thank You China Sudah Membantu Kami
Menurut Agus, penyusunan program CSR dilakukan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, verifi kasi program, analisis manfaat dan risiko, hingga monitoring dan pertanggungjawaban.
“CSR tidak diberikan berdasarkan kepentingan individu, kelompok maupun politik tertentu. Program harus berlandaskan manfaat sosial, keberlanjutan, dan kebijakan perusahaan,” ujar Agus.
Dia pun memastikan, anggaran CSR di Bank Jakarta dipisahkan dari dana zakat karyawan maupun donasi nasabah, agar masing-masing sumber dana memiliki mekanisme audit tersendiri. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya