RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menargetkan implementasi Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital memberikan kontribusi sebesar Rp 5,3 triliun pada tahun depan. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan melakukan efisiensi dan menciptakan nilai bisnis baru.
Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo mengatakan, fokus implementasi AI tidak hanya fokus berupa pemanfaatan teknologi, tetapi untuk memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis dan operasional perusahaan.
Menurut Ignatius, langkah tersebut sejalan dengan penyesuaian arah transformasi digital Pertamina yang kini menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
“Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur dan berdampak langsung terhadap bisnis. Termasuk berdampak pada EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) sebesar 300 juta dolar AS (Rp 5,3 triliun) pada 2027. Itulah visi kami,” ujar Ignatius dalam siaran pers, Jumat (29/5/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan.
Baca juga : Pemerintah Cetak SDM Manufaktur Berdaya Saing
Program ini mencakup identifikasi persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga perluasan implementasi ketika solusi terbukti optimal.
Ignatius menjelaskan, transformasi digital Pertamina juga diperkuat melalui pembentukan fungsi khusus bernama Pertamina Digital Hub, yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI perusahaan, serta melapor langsung kepada Direktur Utama Pertamina.
“Hal ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjalankan transformasi digital,” katanya.
Ia menegaskan, implementasi AI di Pertamina dikembangkan berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi masing-masing unit bisnis.
Karena itu, lanjutnya, perusahaan terlebih dahulu melakukan pendalaman sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, mulai dari AI, machine learning, analytics, hingga solusi digital lainnya.
Baca juga : Pedagang Taman Puring Jualan Di Tengah Puing
Setelah konsep disepakati, tim khusus akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI untuk diuji di unit bisnis terkait.
Jika terbukti berhasil, implementasi kemudian diperluas agar mampu menghasilkan nilai bisnis yang lebih besar.
Menurut Ignatius, implementasi AI dan digital analytics di Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebut saja pada 2024, perusahaan berhasil menciptakan value creation lebih dari 35 juta dolar AS atau sekitar Rp 624 miliar. Kemudian pada 2025, realisasinya meningkat hingga hampir 80 juta dolar AS (Rp 1,42 triliun), melampaui target awal sebesar 50 juta dolar AS (Rp 887,5 miliar).
Sementara pada 2026, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi 150 juta dolar AS (Rp 2,67 triliun).
Baca juga : Singapore Open 2026, Fajar/Fikri Lolos Semifinal
Selain itu, perusahaan mulai menerapkan Key Performance Indicator (KPI) bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur secara jelas.
Alhasil, transformasi digital Pertamina dijalankan di seluruh rantai bisnis energi, mulai dari sektor upstream, midstream hingga downstream.
Di sektor hulu misalnya, perusahaan telah memanfaatkan AI dan machine learning melalui program ChanceX yang disebut mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen.
“Kami juga terus memperluas implementasi AI ke berbagai area strategis lain. Seperti drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” tutup Ignatius. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.