Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gaet Jepang Untuk Wujudkan Indonesia Emas
Pemerintah Cetak SDM Manufaktur Berdaya Saing
Sabtu, 30 Mei 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat transformasi industri manufaktur nasional melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, adaptif dan mampu bersaing di pasar global. Upaya ini ditempuh melalui penguatan kolaborasi internasional. Termasuk kerja sama ASEAN dan Jepang.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan SDM industri sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0 dan target Indonesia Emas 2045 yang menempatkan sektor manufaktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Agus, transformasi industri tidak lagi hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas produksi. Namun juga pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi, tangguh dan berkelanjutan.
“Tantangan transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia saat ini terletak pada kesiapan teknologi digital dan kualitas tenaga kerja. Karena itu, penguatan SDM industri menjadi fondasi penting,” kata Agus seperti keterangan di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Baca juga : Digitalisasi & AI, Mesin Baru Bisnis Pertamina
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), menjalankan berbagai program pelatihan industri 4.0 bagi pelaku industri dan unit pendidikan vokasi.
Program itu dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri untuk memperkuat kapasitas industri, serta kualitas SDM manufaktur nasional.
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu menguasai teknologi digital, otomatisasi, Internet of Things (IoT), pengelolaan data industri, efisiensi energi, hingga mendukung agenda dekarbonisasi dan industri hijau.
“Indonesia memiliki peluang besar karena didukung populasi usia produktif yang sangat besar. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Doddy.
Baca juga : Pedagang Taman Puring Jualan Di Tengah Puing
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama tersebut, BPSDMI berpartisipasi dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada 19 Mei 2026.
Forum itu menjadi wadah kolaborasi Pemerintah, industri dan akademisi untuk memperkuat pengembangan SDM industri di kawasan Asia Tenggara.
Dalam forum tersebut, Presiden Direktur Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta Shinji Hirai menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis. Tapi juga keterampilan pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi dan kesiapan berkontribusi secara efektif di dunia kerja.
“Hal ini sangat relevan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi sedang kuat dan angkatan kerjanya muda serta dinamis. Sedangkan industri membutuhkan talenta yang lebih terampil dan siap kerja,” kata Shinji.
Baca juga : Singapore Open 2026, Fajar/Fikri Lolos Semifinal
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kementerian Perindustrian Wulan Aprilianti Permatasari menambahkan, ASEAN-Japan Forum menjadi ruang kolaborasi produktif untuk memperluas jejaring kerja sama.
Hal ini menghasilkan langkah konkret dalam membangun talenta industri Indonesia yang unggul.
Karena itu, Kemenperin bersama mitra internasional juga terus memperkuat program pengembangan SDM industri. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 30 Mei 2026 dengan judul "Gaet Jepang Untuk Wujudkan Indonesia Emas Pemerintah Cetak SDM Manufaktur Berdaya Saing"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya