RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini, Rabu (3/6/2026) dibuka masih loyo sebesar 0,22 persen ke level Rp 17.878 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di level Rp 17.860 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia minus 0,25 persen, yuan China melemah 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen. Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,02 persen ke level 99,207.
Baca juga : Awal Pekan Rupiah Dibuka Melemah di Posisi Rp 17.864
Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris naik 0,44 persen ke level Rp 24.104, terhadap dolar Hong Kong naik 0,37 persen ke level Rp 2.282, dan terhadap dolar Australia naik 0,42 persen ke level Rp 12.846.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas eskalasi terbaru konflik di Timur Tengah (Timteng).
Baca juga : Rupiah Di Level Rp 17.724 Per Dolar AS Senin Pagi
“Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.