Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini, Selasa (2/6/2026) dibuka melemah 0,33 persen ke level Rp 17.864 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 17.805 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen, dolar Singapura minus 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, won Korea Selatan minus 0,16 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Baca juga : Pasca Libur Idul Adha, Rupiah Masih Loyo di Level Rp 17.859
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,01 persen ke level 99,15. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,17 persen ke level Rp 24.063, terhadap dolar Kanada naik 0,22 persen ke level Rp 12.909, dan terhadap dolar Australia menguat 0,15 persen ke level Rp 12.798.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga : Awal Pekan, IHSG Dibuka Di Level 6.187
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat merespons pernyataan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat dan berencana menutup penuh Selat Hormuz,” katanya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penguatan dolar AS juga didukung data manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya