RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai Program Community Involvement and Dvelopment (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Serta menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Salah satu program unggulan tersebut adalah pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.
Baca juga : DoctorSHARE Dan Bayan Peduli Bawa Layanan Kesehatan Ke Pulau Marabatuan
Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, dan ancaman abrasi.
Melalui teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil melalui budidaya ikan nila dengan masa panen sekitar 4–6 bulan.
Program ini juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp. 9,3 juta per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Sukses Gelar PINDEX 2026, Tarik 3.800 Pengunjung
Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang mengoptimalkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Program ini lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan ekonomi, dan kebutuhan akses pangan yang lebih terjangkau.
Melalui integrasi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat mampu menghasilkan telur dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Baca juga : SATU Dental Dorong Anak Muda Peduli Kesehatan Gigi Lewat Kampanye Berani Tampil
Limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak.
Salah satu anggota kelompok Habonaron, Asih, menyampaikan bahwa “sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini”.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.