Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Amartha Ajak Investor Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat
Kamis, 4 Juni 2026 18:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan pembangunan ekonomi inklusif tidak cukup hanya mengandalkan perluasan akses keuangan. Menurut Taufan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana ekosistem mampu membantu masyarakat akar rumput menjadi lebih produktif dan sehat secara finansial.
"Yang kita bangun adalah ketahanan ekonomi jangka panjang. Masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk berkembang, melihat peluang yang lebih besar, meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas secara ekonomi," kata Taufan pada acara The 2026 Asia Grassroots Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Taufan menjelaskan tema "Enabling Growth, Elevating Financial Health" dipilih karena mencerminkan kebutuhan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Karenanya, The 2026 Asia Grassroots Forum menjadi sarana untuk menunjukkan kepada investor global bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Baca juga : Bernardo Tavares Puas Persebaya Pertahankan Jefferson Silva
Dengan jumlah pelaku usaha mikro yang sangat besar, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menciptakan nilai ekonomi yang signifikan apabila didukung kolaborasi yang kuat.
"Kita membutuhkan lebih banyak pihak untuk terlibat. Dibutuhkan kolaborasi antara sektor swasta, investor, lembaga pembangunan, hingga pemerintah untuk menciptakan terobosan baru yang dapat mendorong produktivitas ekonomi akar rumput dan membantu pelaku usaha naik kelas," papar Taufan.
Ia menambahkan, Amartha ingin melihat lebih banyak usaha mikro berkembang menjadi usaha kecil dan menengah. Sehingga mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih besar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Baca juga : Golkar: Diplomasi Presiden Perkuat Kepentingan Nasional
Di kesempatan sama, Komisaris Utama Amartha, Rudiantara menyoroti tantangan yang masih membayangi ekosistem startup nasional, terutama terkait pendanaan. Rudiantara mengungkapkan minat investor terhadap startup Indonesia belum sepenuhnya pulih setelah beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.
Menurut Rudiantara, nilai investasi yang masuk ke startup Indonesia saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan periode lima tahun lalu. Selain itu, sebagian besar dana investasi kini lebih banyak mengalir ke perusahaan-perusahaan yang sudah berada pada tahap pengembangan lanjut (later stage). Sementara, startup tahap awal masih menghadapi kesulitan memperoleh pendanaan.
"Investor sekarang jauh lebih selektif. Kalau dulu fokus utama mereka adalah pertumbuhan, sekarang yang dilihat adalah fundamental bisnis, arus kas, profitabilitas dan tata kelola perusahaan," sambung Rudiantara.
Baca juga : Messi Cs Ngebet Pertahankan Gelar Juara
Perubahan pola investasi tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang lebih menantang dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, sejumlah kasus yang menimpa perusahaan rintisan juga turut memengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap ekosistem startup di Indonesia.
Meski demikian, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menilai sektor ekonomi akar rumput justru menunjukkan ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Menurutnya, pelaku usaha mikro terbukti mampu bertahan dalam berbagai krisis. Mulai dari krisis moneter 1998 hingga berbagai perlambatan ekonomi global yang terjadi setelahnya.
"Pelaku usaha mikro adalah fondasi ekonomi yang sesungguhnya. Mereka tetap bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Karena itu, penguatan sektor ini menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional," pungkas Rudiantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya