RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,39 persen ke level Rp 18.107 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (5/6/2026) di level Rp 18.036 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia minus 0,93 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, yuan China menguat 0,07 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, dan won Korea Selatan naik 0,56 persen terhadap dolar AS. Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,22 persen ke level 99,83.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Di Posisi Rp 18.017 Per Dolar AS
Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,01 persen ke level Rp 24.010, terhadap euro menguat 0,89 persen ke level Rp 20.935, dan terhadap dolar Australia naik 0,08 persen ke level Rp 12.693.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah seiring penguatan dolar AS yang didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Baca juga : Rupiah Dibuka Terus Melemah ke Level Rp 17.878 Per Dolar AS
“Sentimen geopolitik juga masih menjadi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dia mengatakan, rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.
Baca juga : Pasca Libur Idul Adha, Rupiah Masih Loyo di Level Rp 17.859
“Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung penguatan dolar AS dan menekan rupiah," katanya.
Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 18.000-Rp 18.150 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.