RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalan Susu terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan melalui Program Pasar Rawa di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Program inovasi sosial tersebut mengintegrasikan pelestarian ekosistem mangrove, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan kapasitas kelompok rentan, serta pengembangan ekowisata berbasis komunitas.
Program Pasar Rawa dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan pemulihan kawasan hutan desa yang sebelumnya mengalami alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Melalui kolaborasi antara PLN Indonesia Power dan masyarakat, kawasan seluas 138 hektare kini dikelola secara berkelanjutan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Maju Bersama.
Dari total kawasan tersebut, sekitar 100 hektare telah dimanfaatkan secara produktif dan berwawasan lingkungan.
Sebanyak 90 hektare dikembangkan sebagai kawasan mangrove, sementara 10 hektare lainnya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian masyarakat.
Pengelolaan kawasan dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Terus Tingkatkan Kenyamanan dan Kualitas Layanan di SPBU
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan bahwa Program Pasar Rawa merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama atau Creating Shared Value melalui pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“PLN Indonesia Power berkomitmen memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan kontribusi dalam penyediaan energi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Program Pasar Rawa menjadi wujud kolaborasi yang mengintegrasikan konservasi ekosistem, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam satu ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Bernadus.
Sejak 2023, PLN Indonesia Power bersama masyarakat telah melakukan penanaman ribuan bibit mangrove dan nipah untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir.
Keberadaan ekosistem mangrove tersebut berperan sebagai benteng alami dalam mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan dan penyimpanan karbon.
Komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan hutan desa telah memperoleh pengakuan melalui penghargaan Program Kampung Iklim atau PROKLIM dan Kalpataru.
Program Pasar Rawa juga menjadi satu-satunya program di Kabupaten Langkat yang berhasil memperoleh kedua penghargaan tersebut. Selain memperkuat aspek konservasi, Program Pasar Rawa turut mendorong diversifikasi sumber pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi hasil hutan bukan kayu.
Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah pengolahan nira nipah menjadi sirup nipah sebagai produk khas masyarakat Desa Pasar Rawa.
Baca juga : PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
Pengembangan produk tersebut memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Setelah program berjalan, rata-rata pendapatan anggota kelompok meningkat hingga empat kali lipat, dari sekitar Rp 50.000 menjadi Rp 200.000 per hari.
Dampak ekonomi program juga diperkuat melalui pengembangan kawasan mangrove sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 35,5 persen masyarakat merasakan peningkatan pendapatan, sedangkan 38,7 persen menilai program telah mendorong bertambahnya peluang usaha lokal.
Sekitar 200 anggota LPHD Maju Bersama terlibat aktif dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan desa. Program ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari nelayan tambak, petani, ibu rumah tangga, lansia, hingga anak-anak.
PLN Indonesia Power turut memberikan penguatan kapasitas melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan produk, serta pemanfaatan fly ash dan bottom ash atau FABA untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian kelompok sekaligus memperkuat keberlanjutan program.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Jelaskan Perbedaan Harga Pertamax dan Pertalite
Pengembangan ekowisata mangrove juga membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi baru, seperti usaha kuliner, produk olahan lokal, jasa wisata, dan pemasaran produk usaha mikro.
Seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan kawasan.
Selain memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi, Program Pasar Rawa juga diarahkan untuk mendukung upaya penurunan stunting melalui edukasi gizi dan pemanfaatan potensi pangan lokal.
Manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan usaha dan ekowisata diharapkan dapat mendukung penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak dan ibu hamil di Desa Pasar Rawa.
Melalui Program Pasar Rawa, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan kawasan pesisir berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan nilai bersama secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.