BREAKING NEWS
 

Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Himbara Didorong Perluas Pembiayaan Ke Masyarakat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Selasa, 23 Juni 2026 06:40 WIB
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
“Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” katanya dalam keterangan yang dikutip, Senin (22/6/2026). 

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas menambahkan, fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen. 

Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik. 

“Sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” ucapnya. 

Baca juga : Ekonomi RI Kuat Dan Kokoh Di Mata Investor Global

Bagi BRI, imbuh Hery, penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. 

Sementara, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Okki Rushartomo mengatakan, kondisi fundamental BNI tetap kuat, sehingga perseroan optimistis dapat terus menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. 

“BNI juga memiliki permodalan, likuiditas, dan kualitas aset yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis di berbagai segmen,” kata Okki kepada Rakyat Merdeka, Senin (22/6/2026). 

Namun, sambung Okki, BNI tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit. 

Perseroan akan terus mengelola portofolio bisnis secara selektif dan adaptif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Baca juga : Pram & Rano Kompak Pakai Baju Adat Betawi

“Sekaligus memastikan dukungan pembiayaan tetap tersedia bagi sektor-sektor produktif, yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. 

Di tengah dinamika suku bunga, Okki juga memastikan BNI memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis. 

Berbagai inovasi digital terus dikembangkan guna menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi nasabah, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Sejalan dengan itu, BNI senantiasa memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan manajemen risiko yang prudent. 

Emiten berkode saham BBNI ini juga terus meningkatkan kualitas pengelolaan risiko melalui pemantauan yang berkelanjutan terhadap portofolio kredit, likuiditas, serta perkembangan kondisi ekonomi dan pasar. 

Baca juga : Kanada Vs Swiss, Rebut Status Juara Grup

“BNI akan terus mencermati perkembangan makroekonomi dan arah kebijakan moneter untuk memastikan strategi bisnis tetap adaptif,” ucapnya. 

BNI juga berkomitmen menjaga pertumbuhan yang berkualitas, memperkuat ketahanan bisnis, serta terus memperluas kontribusi dalam mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense