Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
Senin, 13 Juli 2026 18:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan komitmennya mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan 29 bendungan dalam satu dekade terakhir. Infrastruktur tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan sumber daya air, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, investasi, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan bendungan dan jaringan irigasi yang dibangun perseroan telah memberikan manfaat yang jauh melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia air baku, irigasi, pengendali banjir, maupun pembangkit energi.
Menurutnya, keberadaan bendungan kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui tumbuhnya kawasan wisata, UMKM, ekonomi kreatif, hingga meningkatnya investasi di berbagai daerah.
“Bendungan dan jaringan irigasi bukan sekadar proyek konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata, perikanan darat, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi di daerah,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Baca juga : Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
Ia mengatakan setiap bendungan yang dibangun Waskita diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang terus berkembang selama puluhan tahun dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun perekonomian nasional.
Hingga kini, sedikitnya tujuh bendungan hasil karya Waskita telah berkembang menjadi destinasi wisata yang dikelola masyarakat dan pemerintah daerah. Ketujuh bendungan tersebut meliputi Bendungan Jlantah dan Bendungan Bener di Jawa Tengah, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Margatiga di Lampung, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, serta Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur.
Keberadaan bendungan tersebut mendorong lahirnya berbagai aktivitas ekonomi baru, seperti usaha kuliner, homestay, penyewaan perahu wisata, pusat oleh-oleh, jasa transportasi lokal, kawasan rekreasi keluarga, hingga pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Selain itu, bendungan juga meningkatkan produktivitas pertanian melalui kepastian pasokan air, memperkuat sektor perikanan darat, serta menjaga ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri.
Baca juga : Takeda dan Indonesia Perkuat Ketahanan Kesehatan & Industri Biofarmasi
Ermy mencontohkan Bendungan Jlantah yang berada di kawasan wisata Tawangmangu dan Gunung Lawu. Bendungan tersebut dinilai mampu memperluas daya tarik wisata Jawa Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan wisata alam, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Potensi serupa juga dimiliki Bendungan Bener yang terintegrasi dengan kawasan penyangga Destinasi Super Prioritas Borobudur, Bendungan Karian yang memperkuat ketahanan air di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta Bendungan Temef yang menjadi penopang ketahanan pangan di Indonesia Timur.
“Setiap bendungan yang dibangun Waskita Karya merupakan investasi jangka panjang yang menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan air, infrastruktur tersebut menjadi katalis investasi, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang dibangun pemerintah dengan total nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun. Presiden berharap bendungan tersebut mampu meningkatkan produksi pertanian nasional dan mendukung target swasembada pangan.
Baca juga : Pengamat: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tekan Impor BBM
Berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun infrastruktur strategis nasional, Waskita Karya menyatakan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan pemerintah melalui proyek-proyek yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya