Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Buntut Israel Masih Ngeyel, Selat Hormuz Kembali Ditutup
Senin, 22 Juni 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Belum genap dua hari dibuka, Selat Hormuz kembali ditutup. Keputusan ini diambil Iran buntut Israel masih ngeyel terus memborbardir wilayah Lebanon. Akibat penutupan Hormuz, distribusi minyak dunia terganggu dan harganya melonjak lagi.
Blokade Selat Hormuz dibuka pada Jumat (19/6/2026), usai terjadi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menandatangani langsung nota perdamaian itu di sela-sela kegiatan G7 di Paris, Prancis, Kamis (18/6/2026).
Namun, kesepakatan damai AS tak diikuti oleh sekutunya. Israel masih juga menggempur Lebanon.
Baca juga : Pulang Haji Masih Punya Utang, Nenek Sania Dapat Bantuan Pemerintah
Teheran sebagai sekutu Lebanon, meradang atas serangan Israel tersebut. Iran menilai AS gagal menekan sekutunya untuk menghentikan operasi militer dan mewujudkan gencatan senjata yang telah disepakati di berbagai front konflik.
Militer Iran pun mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Komando Militer Pusat Iran menegaskan, serangan Israel ke Lebanon merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan damai yang baru saja dicapai antara Iran dan AS.
"Perlu dicatat, langkah pertama ini merupakan tanggapan terhadap pelanggaran janji, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya," tulis pernyataan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, seperti dikutip AFP, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga : Argentina Vs Austria, Magis Messi Dinanti Lagi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan, negaranya telah memenuhi seluruh kewajibannya dalam kesepakatan tersebut.
"AS berkewajiban untuk memaksa Israel menghentikan serangan mereka terhadap Lebanon," ujar Baghaei, dikutip Fars.
Namun, AS membantah klaim penutupan Selat Hormuz. Washington menegaskan jalur pelayaran internasional itu tetap terbuka dan berada di bawah pemantauan militer mereka. "Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz. Pasukan AS memantau situasi untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga," ujar Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, kepada Axios.
Baca juga : KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar & Konsultan Visa
CENTCOM menyebut jalur pelayaran di Selat Hormuz masih berjalan normal. Sebanyak 55 kapal niaga baru-baru ini melintas dan mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak.
"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," tegasnya.
Pernyataan itu diperkuat Wakil Presiden AS JD Vance. Ia mengaku tidak melihat bukti apa pun yang menunjukkan Iran benar-benar menutup Selat Hormuz.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya