BREAKING NEWS
 

RI Perkuat Kerja Sama Industri Dengan Rusia, Bidik Pasar Eurasia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 23 Juni 2026 19:51 WIB
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov (kiri) bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama industri dengan Rusia sebagai upaya membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, serta mendorong kolaborasi teknologi dan manufaktur untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada pameran industri INNOPROM 2026 menjadi momentum untuk membawa hubungan bilateral kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.

"Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri dan menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov bersama Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev.

Baca juga : Koeman Percaya Diri Belanda Bisa Bangkit

Pertemuan itu membahas berbagai persiapan penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6-9 Juli 2026. Kedua pihak juga menjajaki penguatan kerja sama industri, termasuk rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Industri yang diharapkan menjadi payung bagi berbagai program kolaborasi di masa mendatang.

Selain itu, Indonesia dan Rusia sepakat mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025, yakni kerja sama di bidang industri perkapalan dan kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil yang aman.

Adsense

Menurut Agus, langkah tersebut diharapkan menghasilkan berbagai program konkret untuk memperkuat kapasitas industri sekaligus meningkatkan kemitraan antarpelaku usaha kedua negara.

Dalam ajang INNOPROM 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor industri strategis, antara lain makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, industri digital, energi hijau, hingga manufaktur berorientasi ekspor.

Baca juga : RI-Afsel Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Bidik Sister City Surabaya-Mangaung

Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis, menarik investasi, serta memperluas akses pasar Indonesia di Rusia dan kawasan Eurasia.

Selain menampilkan produk dan kapabilitas industri nasional, Indonesia juga akan menggelar sejumlah forum bisnis dan diskusi panel yang membahas sektor-sektor potensial, seperti industri kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, dan kawasan industri.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk bertukar gagasan sekaligus menjajaki peluang kemitraan baru.

Agus optimistis berbagai agenda yang telah disiapkan menjelang INNOPROM 2026 akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia.

Baca juga : Teken Perjanjian Damai Dengan Iran, Trump: Ini Tidak Mudah

"Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara. Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan," ujar Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense