Dark/Light Mode

KAI Perkuat Peran Kereta Api dalam Transformasi Energi Lewat Roadmap Biodiesel

Sabtu, 13 Juni 2026 14:44 WIB
Foto; KAI.
Foto; KAI.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional, menurunkan emisi sektor transportasi, serta menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik dan logistik yang andal.

Transformasi penggunaan bahan bakar di lingkungan KAI berjalan seiring dengan kebijakan mandatori biodiesel pemerintah.

Berdasarkan data perusahaan, penggunaan biodiesel meningkat secara bertahap dari B0 pada 2017, menjadi B20 pada 2018–2019, B30 pada 2020–2022, B35 pada 2023–2024, B40 pada 2025–2026, hingga menuju implementasi B50 pada 2026.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perjalanan dari B0 menuju B50 mencerminkan pentingnya konsistensi kebijakan energi nasional sekaligus kesiapan operator transportasi dalam menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan.

“Transformasi energi Indonesia membutuhkan sektor transportasi yang mampu beradaptasi secara terukur. KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan berjalan selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi,” ujar Bobby, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Bobby, sektor perkeretaapian memiliki posisi strategis karena berperan mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta agenda penurunan emisi nasional.

Dengan skala layanan yang luas, setiap langkah efisiensi energi yang dilakukan KAI dinilai dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan layanan publik dan daya saing logistik nasional.

Baca juga : LAFKI: Mutu Pelayanan jadi Kunci Transformasi Kesehatan

“Kereta api bekerja untuk masyarakat dan ekonomi nasional. Karena itu, transisi energi di KAI harus menghasilkan manfaat yang dapat diukur, mulai dari layanan yang tetap andal, penggunaan energi yang semakin efisien, hingga kontribusi terhadap keberlanjutan yang semakin nyata,” ucapnya. 

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, proses transisi dilakukan secara bertahap melalui koordinasi teknis bersama pemerintah dan lembaga terkait.

Setiap tahapan, kata dia, harus melalui pengujian menyeluruh agar sesuai dengan karakteristik operasional kereta api yang memiliki standar keandalan tinggi.

“KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan. Pada saat yang sama, kami memastikan setiap tahapan penggunaan biodiesel berjalan melalui pengujian teknis dan evaluasi agar layanan kepada pelanggan serta sektor logistik tetap aman dan andal,” ujar Anne.

Menurut Anne, KAI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memulai pengujian teknis penggunaan B50 pada sektor perkeretaapian sejak April 2026.

Pengujian dilakukan pada lokomotif dan genset kereta api untuk mengukur performa, konsumsi bahan bakar, tingkat emisi, serta ketahanan sarana dalam kondisi operasional.

Pada pengujian lokomotif, KAI menggunakan lokomotif CC206 yang dioperasikan pada rangkaian KA Sembrani.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan konsumsi bahan bakar B40 dan B50 dari Depo Sidotopo.

Baca juga : RI-UNIDO Perkuat Kerja Sama Transformasi Industri Berkelanjutan

Sementara itu, pengujian genset dilakukan pada Genset MTU 2000 P02411 yang digunakan pada KA Bogowonto dengan lokasi pengujian di Depo Kereta Yogyakarta.

Rangkaian pengujian mencakup uji performa, konsumsi bahan bakar, emisi, serta ketahanan statis selama enam jam menggunakan kapasitas maksimum load bank.

Selanjutnya, uji ketahanan dinamis dilaksanakan selama 2.400 jam sejak 27 April 2026 di PUK Lempuyangan.

“Hasil pengujian menjadi dasar evaluasi KAI, terutama terkait performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas operasional, kondisi filter, aspek emisi, dan kebutuhan perawatan sarana. Prinsip kami jelas, transisi energi harus berjalan sejalan dengan keselamatan dan keandalan operasi,” ungkap Anne.

Selain mendukung transisi energi, keberlangsungan operasional kereta api juga ditopang oleh dukungan pemerintah melalui penyediaan BBM subsidi.

Untuk kebutuhan tersebut, KAI berkoordinasi dengan BPH Migas dan SKK Migas, sementara pasokan didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Berdasarkan data monitoring per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota BBM subsidi sebesar 214,34 juta liter pada tahun 2026. Hingga awal Juni, realisasi penggunaannya mencapai 95,39 juta liter atau 44,51 persen dari total kuota yang tersedia.

“Dukungan BBM subsidi dari pemerintah menjaga layanan kereta api tetap tersedia bagi masyarakat dan sektor logistik. Dalam masa transisi energi, dukungan ini membantu KAI menjaga keberlangsungan operasional sambil menyiapkan penggunaan energi yang lebih rendah emisi secara bertahap,” ujarnya.

Baca juga : Diplomasi Berbalut Semangat Piala Dunia

Dari sisi keberlanjutan, transisi dari B35 menuju B50 menjadi bagian dari program strategis dekarbonisasi KAI periode 2025–2030.

Program tersebut ditargetkan mampu menurunkan emisi hingga 133.676 ton CO₂e dan menjadi kontributor terbesar dalam target pengurangan emisi KAI sebesar 166.873 ton CO₂e.

Selain itu, KAI juga terus memperkuat pengukuran jejak karbon berbasis data.

Berdasarkan kajian Life Cycle Assessment bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), operasional KRL Jabodetabek menghasilkan jejak karbon sekitar 34,03 gram CO₂e per penumpang-kilometer.

Menurut Bobby, roadmap energi KAI akan terus diarahkan untuk memperkuat kontribusi sektor perkeretaapian dalam transformasi energi nasional.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan keandalan layanan transportasi publik.

“Roadmap biodiesel dari B0 menuju B50 menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam transformasi energi Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, KAI akan terus menjaga layanan transportasi publik dan logistik tetap andal, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, penurunan emisi, dan daya saing ekonomi,” tutup Bobby.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.