RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat aksi borong investor dalam perdagangan saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, setelah mengalami tekanan pada perdagangan sehari sebelumnya. Saham berkode BRIS itu tampil sebagai top performer dengan kenaikan sekitar 5 persen pada sesi pertama perdagangan.
Penguatan saham BRIS didukung oleh fundamental perseroan yang dinilai tetap solid. Hingga Mei 2026, pertumbuhan pembiayaan BSI masih kuat, terutama di segmen konsumer, dengan kualitas aset yang terjaga. Hal itu tercermin dari rasio Cost of Credit (CoC) sebesar 0,66 persen dan Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,8 persen yang masih berada pada level sehat.
Di sisi pendanaan, likuiditas BSI juga dinilai cukup longgar dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di bawah 90 persen. Sementara itu, efisiensi dana murah berbasis syariah mendorong Cost of Fund BRIS menjadi salah satu yang terendah di industri perbankan.
Baca juga : Tomy Winata Ajak Pelaku Usaha Optimis, Indonesia Tetap Dilirik Investor
Investor Relation BSI Rizky Budinanda mengatakan investor asing mulai kembali mengakumulasi saham BRIS. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi sinyal positif atas daya tarik valuasi dan kuatnya fundamental jangka panjang perseroan.
"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BRIS memainkan peran strategis dalam mendorong penetrasi keuangan syariah nasional," kata Rizky di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, pangsa pasar perbankan syariah terhadap total industri perbankan nasional terus meningkat. Dalam perkembangan tersebut, BRIS menjadi lokomotif utama pertumbuhan, baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun jumlah nasabah.
Baca juga : Hadir di Bali, DNT Lawyer Komit Berikan Bantuan Hukum-Dorong Kepastian Investasi
"Dengan jaringan yang luas dan ekosistem digital yang terus berkembang, BRIS menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya unbanked maupun yang secara aktif mencari alternatif layanan keuangan berbasis syariah," ujarnya.
Menurut Rizky, momentum positif tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan Pemerintah. Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional, termasuk melalui optimalisasi peran BRIS dalam menyalurkan pembiayaan produktif serta memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan.
"Sinergi antara kinerja fundamental yang kuat dan dukungan kebijakan Pemerintah menjadikan BRIS sebagai salah satu kisah pertumbuhan paling menarik di sektor keuangan Indonesia," kata Rizky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.