BREAKING NEWS
 

PLN EPI Kelola 460 Kg Sampah, Perkuat Budaya Zero Waste Berbasis ESG

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 27 Juni 2026 05:51 WIB
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, PLN EPI berhasil mengelola 460 kilogram sampah terpilah, yang terdiri atas 69 kilogram sampah organik, 390,9 kilogram sampah anorganik, dan 226 kilogram sampah residu.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sampah terpadu dan budaya zero waste di lingkungan kerja.

Bersama Waste4Change dan Eco Touch, perusahaan menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumber untuk mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, PLN EPI mengelola 460 kilogram sampah terpilah yang terdiri atas 69 kilogram sampah organik, 390,9 kilogram sampah anorganik, dan 226 kilogram sampah residu.

Sampah tersebut selanjutnya diolah sesuai karakteristiknya, mulai dari pembuatan kompos, didaur ulang menjadi bahan baku baru, hingga penanganan residu secara bertanggung jawab untuk meminimalkan beban TPA.

Baca juga : Layani 23,3 Juta Nasabah, PNM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Selain itu, PLN EPI menginisiasi pengumpulan pakaian layak pakai bersama Eco Touch sebagai upaya memperpanjang siklus hidup produk tekstil sekaligus mengurangi limbah fesyen.

Hingga Mei 2026, perusahaan telah mengumpulkan 182,95 kilogram pakaian bekas yang akan didaur ulang.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan pengelolaan sampah merupakan bagian dari budaya keberlanjutan yang terus dibangun perusahaan.

Adsense

"Melalui pemilahan sampah sejak dari sumber, Kami ingin membangun kesadaran seluruh insan PLN EPI bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi dampak lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan," ujarnya.

Baca juga : PLN Indonesia Power dan DEN Perkuat Sinergi Ketahanan Energi

Menurut Mamit, kolaborasi dengan Waste4Change menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, transparan, dan bertanggung jawab.

Kerja sama tersebut tidak hanya memastikan sampah dikelola sesuai prinsip lingkungan, tetapi juga memungkinkan perusahaan memantau capaian pengurangan sampah secara berkala sebagai bagian dari implementasi ESG.

PLN EPI juga rutin mengedukasi pegawai mengenai pentingnya pengurangan sampah, penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle) agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Program ini sejalan dengan komitmen PLN EPI dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah.

Baca juga : DPR Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal Dan Transformasi Ekonomi

"Ke depan, PLN EPI akan terus memperluas berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan perusahaan, mulai dari edukasi pegawai untuk bijak dalam mengelola sampah, implementasi program pengurangan sampah, hingga peningkatan partisipasi pegawai dalam berbagai program pelestarian lingkungan," ujar Mamit.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan operasional yang semakin ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Program ini merupakan kelanjutan kolaborasi PLN EPI dengan Waste4Change dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan terukur di lingkungan perusahaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense