Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
ABM Investama Perkuat Transformasi Berbasis Data Lewat SPARROW
Selasa, 12 Mei 2026 17:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam korporasi besar, tantangan utamanya terletak pada pengelolaan data pembelanjaan yang tersebar, tidak terstruktur secara konsisten, serta data vendor yang beragam dan belum terhubung.
Pembenahan atas fondasi ini menjadi kunci agar data dapat terintegrasi menjadi satu kesatuan informasi yang utuh, rapi, dan mendukung proses bisnis secara lebih efektif.
PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjawab tantangan tersebut melalui SPARROW (Spending Analytics for Strategic Procurement Workbench), platform pengadaan digital berbasis data yang dikembangkan secara internal.
Atas inovasi ini, ABMM meraih Silver Stevie® Winner 2026 di ajang kompetisi The Asia-Pacific Stevie® Awards untuk kategori Award for Innovation in Technology Management, Planning & Implementation.
Baca juga : Darurat Keselamatan Transportasi Jalan
Penghargaan ini menandai komitmen ABMM dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan operasional perusahaan.
SPARROW dikembangkan atas kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan tim Procurement, Data Science, dan IT.
Platform ini memanfaatkan Large Language Model (LLM) dan Natural Language Processing (NLP) melalui fitur Smart Categorization Engine untuk melakukan standardisasi vendor dan kategorisasi barang secara otomatis, sehingga data pengadaan yang sebelumnya tersebar dapat diolah menjadi insight strategis.
“Silver Stevie® Winner 2026 merefleksikan kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi secara mandiri. Secara bisnis, pencapaian ini juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memvalidasi keunggulan kualitas ABMM di tingkat regional Asia Pasifik,” kata Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Baca juga : Pertagas Raih Penghargaan K3 Berkelas Dunia Dari WSO
Andi, sapaan Achmad Anda Djajanegara menambahkan, pemanfaatan SPARROW mendorong efisiensi analisis pengadaan secara signifikan.
"Jika sebelumnya proses analisis dapat memakan waktu hingga satu bulan, kini dapat diselesaikan dalam 1–2 hari, dengan tingkat akurasi di atas 95 persen dan cakupan data mencapai 97 persen," ujar Andi.
Menurutnya, Platform ini juga memperkuat tata kelola melalui dashboard yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung pemberdayaan vendor lokal.
Menurutnya, inovasi besar tidak melulu memerlukan investasi teknologi yang mahal. Investasi utamanya justru terletak pada kapabilitas SDM internal, karena sistem ini dibangun sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga.
Baca juga : Bank Indonesia dan Pemprov DKI Berkolaborasi Bangun Jakarta sebagai Kota Sinema
"Sementara itu untuk aspek teknologi, perusahaan memanfaatkan data science yang membantu sistem SPARROW ini mnejadi lebih efisien,” kata Andi,
Adapun Tim SPARROW terdiri atas Medhelia Ayu Pradyta (Tim Procurement), Aisah (Tim Data Science), serta Chandra Adriansyah (Tim Corporate & Digital Analytics).
"SPARROW menjadi contoh konkret bahwa transformasi digital di fungsi pengadaan dapat menciptakan efisiensi, meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, bagi keberlanjutan usaha," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya