Dark/Light Mode

Layani 23,3 Juta Nasabah, PNM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Jumat, 26 Juni 2026 12:57 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pemberdayaan yang membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal.

Hingga saat ini, PNM telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia. Sebagian besar nasabah tersebut merupakan perempuan prasejahtera yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Bagi PNM, keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan para nasabah beserta keluarganya.

Melalui pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan karakter, PNM berupaya menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dampak program pemberdayaan tersebut tercermin dalam hasil kajian independen INDEKSTAT tahun 2025.

Baca juga : Rajiv Apresiasi Polda Jabar Tangkap Pelaku Penyekapan Perempuan Di Bandung

Kajian itu menunjukkan pendapatan bersih nasabah meningkat dari Rp 2,02 juta menjadi Rp 2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp 875 ribu per bulan. Selain itu, kemampuan pengembangan usaha para nasabah juga meningkat hampir 29 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai pendampingan mampu memperkuat kapasitas usaha ultra mikro agar tumbuh dan bertahan.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, misi utama perusahaan bukan sekadar menyediakan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan dampak yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu, kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Kindaris, Jumat (26/6/2026). 

Saat ini, PNM melayani nasabah di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar.

Baca juga : Harga Ayam Belum Pulih, DPR Harap Kementan Percepat Bantuan Untuk Peternak Ayam

Operasional tersebut didukung lebih dari 43 ribu Account Officer yang setiap hari melakukan pendampingan langsung kepada para nasabah.

Mayoritas nasabah PNM berasal dari kelompok yang sebelumnya tergolong unbankable dan unfeasible, yaitu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital.

Karena itu, PNM meyakini bahwa proses pemberdayaan harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.

Pendekatan yang diterapkan tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang mampu membangun rasa percaya diri, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

PNM berkomitmen memperluas dampak pemberdayaan agar semakin banyak perempuan prasejahtera mampu naik kelas dan mengembangkan usahanya.

Baca juga : Gibran Pastikan Pemerataan Pembangunan Terus Berjalan

Dengan semangat membina ekonomi keluarga sejahtera, PNM akan terus mendampingi jutaan nasabah dalam membangun usaha yang lebih kuat, keluarga yang lebih sejahtera, dan masa depan yang lebih berdaya.

Mengusung tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru yang bertujuan memperluas dampak pemberdayaan serta membina nasabah unggulan agar semakin berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.