BREAKING NEWS
 

Hadapi Lonjakan Mobilitas Masyarakat, ASDP Gaspol Benahi Pelabuhan Ketapang

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 5 Juli 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Heru Widodo (ketujuh kiri) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (keempat kanan) menandatangani kerja sama dalam mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang, di Surabaya, Kamis (2/7/2026). (Foto: Dok. ASDP)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) gaspol alias mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan arus kendaraan, memperkuat distribusi logistik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

Transformasi itu dilakukan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas, serta penyusunan rencana pengembangan jangka panjang yang terintegrasi. 

Komitmen tersebut ditetapkan dalam pertemuan jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Kamis (2/7/2026). 

Hadir dalam pertemuan itu, Komisaris Utama ASDP Ahmad Baidhowi, Direktur Utama Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Teknik Nana Sutisna dan Corporate Secretary Windy Andale. 

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin, Kepala Dinas Perhubungan Nyono, Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga Edy Tambeng Widjaja dan perwakilan Biro Perekonomian Setda (Sekretaris Daerah) Provinsi Jawa Timur. 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, penguatan Pelabuhan Ketapang harus dipandang sebagai pembangunan ekosistem konektivitas, bukan semata peningkatan fasilitas pelabuhan. Sebab, pengembangan kapasitas dermaga, pola operasi kapal, buffer area, hingga pengaturan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan perlu berjalan secara terpadu. 

Baca juga : Pemprov Didorong Percepat Penyediaan Sepiteng Dan MCK

“Ini agar mampu menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan logistik pada masa mendatang,” ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026). 

Selama ini pengalaman perseroan dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi pembelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak lagi dapat mengandalkan optimalisasi operasional semata. 

Karena menurutnya, dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang. 

“Sehingga Pelabuhan Ketapang semakin adaptif terhadap dinamika mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun perkembangan sektor pariwisata,” kata dia. 

Pendekatan inilah yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap dan terintegrasi. 

Adsense

Saat ini perseroan telah menyiapkan rencana pengembangan bertahap hingga 2029. Yakni meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik. 

Baca juga : Kejagung Sita Barang Mewah Emas Dan Mobil Lamborghini

Lalu, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang. 

Pada saat yang sama, sambung Heru, peningkatan kapasitas dermaga juga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintas Ketapang-Gilimanuk, Bali. 

“Rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan akunya. 

Ia menegaskan, transformasi Pelabuhan Ketapang membutuhkan kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda), serta seluruh pemangku kepentingan. Mengingat dukungan terhadap peningkatan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemda. Begitu juga penataan kawasan, pengembangan buffer zone, hingga pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan penyeberangan yang semakin optimal. 

Dia juga menggarisbawahi bahwa Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali. Pasalnya, di balik aktivitas ribuan kendaraan dan penumpang setiap hari, pelabuhan ini menjadi simpul strategis yang menjaga kelancaran distribusi logistik. 

“Serta mendukung sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas nasional,” bebernya. 

Baca juga : Meksiko Vs Inggris, Melawan Ketidakadilan Azteca

Karena itu, pengembangan pelabuhan tersebut membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. 

Pihaknya pun berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin aman, andal dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola dan kolaborasi. 

“Sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang,” tandasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan, dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong pengembangannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Ia menilai, peningkatan kapasitas pelabuhan perlu disiapkan secara menyeluruh melalui optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan. 

“Tujuannya, agar menjadi satu kesatuan sistem transportasi yang terintegrasi,” tukas Khofifah. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense