RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Rupiah berada di level Rp 17.972 per dolar AS atau melemah 9 poin setara 0,05 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di kawasan Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,08 persen, peso Filipina naik 0,22 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,17 persen, dolar Singapura menguat 0,13 persen, yen Jepang naik 0,20 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Baca juga : 2 Periode Pimpin BI, Perry Hadapi Gejolak Rupiah Dari Rp14.000 Ke Rp18.000
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang di kawasan Asia yang melemah setelah terdepresiasi 0,49 persen terhadap dolar AS.
Di pasar mata uang negara maju, mayoritas mata uang utama juga menguat terhadap dolar AS. Euro terapresiasi 0,36 persen, poundsterling Inggris naik 0,28 persen, dolar Australia menguat 0,35 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,16 persen, sedangkan franc Swiss mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,46 persen.
Baca juga : Mensesneg: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jadi Plt Gubernur BI
Pengamat Keuangan, Lukman Leong mengatakan, rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah penghentian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut dia, potensi penguatan rupiah masih akan dibatasi oleh sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang serangkaian rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, mulai dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Baca juga : Perry Warjiyo Mundur Dari Jabatan Gubernur BI
Selain itu, Lukman menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp 17.900-Rp 18.000 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.