BREAKING NEWS
 

PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Mangrove untuk Perkuat Konservasi Cilacap

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Kamis, 30 Juli 2026 10:32 WIB
PLN EPI meresmikan rumah pembibitan mangrove berbasis digital di Cilacap untuk meningkatkan konservasi pesisir, rehabilitasi mangrove, & pemberdayaan masyarakat

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7).

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi bagian dari penguatan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir.

Program ini mengintegrasikan listrik dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas pembibitan mangrove sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

PLN EPI menghadirkan sistem sirkulasi air yang meniru pola pasang surut alami berbasis Internet of Things (IoT), dilengkapi instalasi kelistrikan, pompa air, jaringan perpipaan, serta pelatihan bagi kelompok pengelola rumah bibit.

Teknologi tersebut memungkinkan proses pengaliran air berlangsung otomatis dan terjadwal serta dapat dipantau secara digital.

Dengan demikian, penggunaan air menjadi lebih efisien, kebutuhan pekerjaan manual berkurang, dan perawatan bibit berlangsung lebih optimal sehingga diharapkan meningkatkan kualitas pembibitan serta tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove.

Baca juga : Qodari: Digitalisasi Bansos Wujudkan Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pengembangan Rumah Pembibitan Mangrove Bunton merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

"Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui Electrifying Agriculture, PLN EPI menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan digitalisasi agar proses pembibitan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kami berharap teknologi ini mampu meningkatkan kapasitas kelompok pengelola dalam menghasilkan bibit mangrove yang lebih berkualitas, memperkuat konservasi pesisir dan penyerapan karbon, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujar Mamit.

Desa Bunton memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 2,33 hektare dengan lebih dari 35 ribu pohon mangrove yang telah ditanam.

Kawasan tersebut berperan penting dalam mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Adsense

Selain menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, keberadaan rumah pembibitan mangrove juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan bibit berkualitas untuk mendukung berbagai program rehabilitasi pesisir.

Camat Adipala Firadus Azy Mutia mengapresiasi kolaborasi PLN EPI bersama masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Baca juga : Indonesia Dorong World Mangrove Center Jadi Platform Kolaborasi Global

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkuat konservasi kawasan pesisir, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan rumah pembibitan mangrove yang lebih produktif.

Manager PLN UP3 Cilacap Aditya Setyawan mengatakan dukungan infrastruktur kelistrikan menjadi fondasi penting dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi pada rumah pembibitan mangrove.

"Kami berharap kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Drs. Achmad Nuralaeli menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir.

Menurutnya, penerapan teknologi dalam pengelolaan rumah pembibitan mangrove akan meningkatkan kualitas bibit, mempercepat rehabilitasi ekosistem pesisir, serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Ketua Kelompok Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton, Kasiman, mengaku inovasi yang dihadirkan PLN EPI memberikan manfaat nyata bagi kelompok pengelola.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Lepas 1.500 Tukik, Perkuat Konservasi Penyu Malang

"Dengan adanya sistem sirkulasi air berbasis listrik dan IoT, pekerjaan kami menjadi lebih ringan, lebih teratur, dan lebih efisien. Kami juga lebih mudah memantau kondisi rumah bibit sehingga kualitas bibit yang dihasilkan semakin baik. Kami optimistis program ini tidak hanya mendukung pelestarian mangrove, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha pembibitan," ujarnya.

Program Electrifying Agriculture Rumah Pembibitan Mangrove Bunton menjadi bagian dari implementasi ESG PLN EPI yang mengintegrasikan inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui inisiatif tersebut, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk mendukung transisi energi melalui penyediaan energi primer yang andal sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense