Dark/Light Mode

APHI Dan Universitas Khairun Perkuat Kolaborasi Pendidikan Kehutanan

Rabu, 22 Juli 2026 12:47 WIB
Ketua Umum APHI Soewarso dan jajaran Universitas Khairun usai menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama di Ternate, Maluku Utara, Selasa (21/7/2026).
Ketua Umum APHI Soewarso dan jajaran Universitas Khairun usai menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama di Ternate, Maluku Utara, Selasa (21/7/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Universitas Khairun memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama di Ternate, Maluku Utara, Selasa (21/7/2026).

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menyiapkan lulusan kehutanan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan, tantangan pengelolaan hutan saat ini menuntut dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, serta sumber daya manusia yang kompeten.

"Dinamika pengelolaan hutan saat ini membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, sumber daya manusia yang kompeten, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Karena itu, peran perguruan tinggi kehutanan menjadi semakin strategis," ujar Soewarso.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan kurikulum agar selaras dengan perkembangan teknologi, kebijakan, dan kebutuhan dunia usaha. Hal itu penting karena orientasi pengelolaan hutan kini tidak lagi hanya bertumpu pada hasil hutan kayu.

Baca juga : PANDI Gandeng Stafsus Presiden Tiar Karbala Perkuat Literasi AI Untuk UMKM Sulut

Ia menjelaskan, transformasi menuju konsep Multiusaha Kehutanan yang mengintegrasikan pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, serta jasa lingkungan akan menjadi arah utama pengelolaan hutan di masa mendatang.

Karena itu, kata Soewarso, dukungan riset dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan, terutama untuk mengembangkan komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu sesuai potensi masing-masing daerah.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai komoditas hasil hutan bukan kayu yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Dukungan riset perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu, mulai dari aspek budi daya, pengolahan, peningkatan nilai tambah, hingga pengembangan pasar," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Khairun, Hasan Hamid, yang mewakili rektor, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha.

Baca juga : Kunjungan Menag Perkuat Dukungan Integrasi Pendidikan UIN Jakarta

Menurut Hasan, kolaborasi itu diharapkan mampu menciptakan link and match antara proses pendidikan dengan kebutuhan pengguna lulusan di sektor kehutanan.

"Kami menyambut baik kehadiran dan komitmen APHI dalam membangun kerja sama dengan Universitas Khairun. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha, khususnya dalam menyiapkan lulusan kehutanan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga akan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran Universitas Khairun dalam pembangunan Maluku Utara.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Khairun, Lily Ishak, mengatakan kerja sama akan ditindaklanjuti melalui perjanjian teknis yang berfokus pada pengelolaan Hutan Pendidikan Universitas Khairun.

Menurutnya, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai lokasi pembelajaran, penelitian, pengembangan inovasi, serta praktik pengelolaan hutan berkelanjutan.

Baca juga : Hadapi Era AI Dan Industri Hijau, Kemenperin Perkuat Pendidikan Vokasi

Selain menjadi pusat riset, Hutan Pendidikan Universitas Khairun juga akan dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan dan lokasi magang mahasiswa, termasuk untuk menguji penerapan konsep Multiusaha Kehutanan.

"Melalui kerja sama ini, Hutan Pendidikan diharapkan menjadi laboratorium lapangan untuk uji coba Multiusaha Kehutanan, pusat riset, sekaligus tempat mahasiswa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan magang," kata Lily.

Usai penandatanganan kerja sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan Ketua Umum APHI Soewarso kepada sivitas akademika Universitas Khairun. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi, mencetak tenaga kehutanan yang kompeten, serta memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.