Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sagu Cooker untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Sabtu, 25 Juli 2026 14:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyerahkan bantuan alat penanak sagu otomatis modern, Sagu Cooker, kepada kelompok masyarakat di sejumlah wilayah di Sulsel.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan berbasis inovasi dan teknologi.
Penyerahan bantuan ini menjadi langkah Pemprov Sulsel dalam mengoptimalkan pemanfaatan sagu sebagai salah satu komoditas pangan unggulan daerah.
Melalui teknologi Sagu Cooker, masyarakat diharapkan dapat mengolah sagu menjadi pangan bergizi dengan proses yang lebih higienis, efisien, dan praktis.
Pengembangan program tersebut juga mendapat dukungan akademis dari Ketua Peneliti Sagu Universitas Hasanuddin, Prof. Agnes Dorothea Rampisela.
Baca juga : Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Di Lebak
Kolaborasi antara pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong pengembangan inovasi pangan berbasis sagu hingga mendapat perhatian di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memperkenalkan Aurora Bellatrix Dakka, B.A. (Hons.), sebagai penemu Sagu Cooker sekaligus Direktur Utama PT Sagu Cooker Indonesia.
Aurora merupakan putri asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang menempuh pendidikan di Inggris sebelum kembali ke Indonesia untuk mengembangkan inovasi bagi kawasan Indonesia Timur.
Gubernur mengatakan potensi sagu di Sulsel sangat besar, namun memerlukan dukungan teknologi agar proses pengolahannya menjadi lebih efisien dan memiliki daya saing.
"Sagu adalah warisan pangan lokal kita yang sangat kaya manfaat. Sejalan dengan arahan Asta Cita Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi dan teknologi, bantuan Sagu Cooker ini diharapkan memudahkan masyarakat mengolah pangan lokal secara modern. Ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan," ujar Andi Sudirman.
Baca juga : ASEAN-Jepang Sepakati Deklarasi DISG ke-18, Fokus Perkuat Rantai Pasokan-Energi
Sagu Cooker dirancang dengan sistem yang praktis dan mudah digunakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh rumah tangga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan berbasis sagu.
Selain menyalurkan bantuan, Pemprov Sulsel juga menargetkan pengembangan teknologi tersebut di berbagai sentra produksi sagu sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Komitmen keberlanjutan juga ditunjukkan oleh pihak produsen. Setelah target produksi awal tercapai, direncanakan pembangunan fasilitas pabrikasi di Makassar dengan dukungan Pemprov.
Kehadiran fasilitas tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat industri pengolahan pangan lokal.
Produsen juga berencana menghadirkan layanan purna jual (after-sales service) dan pusat perawatan unit di Kota Makassar serta sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan untuk mendukung penggunaan produk secara berkelanjutan.
Baca juga : BAZNAS Panen Raya 150 Ton Padi, Perkuat Ketahanan Pangan Di Batu Bara
Dari sisi manufaktur, produksi akan menerapkan sistem built-to-order atau berbasis pesanan dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Distribusi dan komersialisasi produk akan dikelola melalui Prinsipal Tunggal Kawasan Timur Indonesia yang berkedudukan di Makassar.
Ke depan, pemanfaatan Sagu Cooker tidak hanya ditujukan bagi sentra produksi sagu di Sulsel, tetapi juga ditargetkan menjangkau wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Pulau Sulawesi.
Inovasi tersebut juga diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat diaspora Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari pengembangan pangan lokal berbasis teknologi.
Program ini diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan mengangkat potensi sagu sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya