RM.id Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi yang inklusif.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli, perusahaan membekali 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi dengan keterampilan ecoprint sebagai bekal membangun usaha mandiri yang bernilai ekonomi.
Program tersebut hadir di tengah masih terbatasnya akses penyandang disabilitas terhadap pelatihan dan peluang kerja yang setara.
Melalui pelatihan ini, PNM ingin membuka ruang pemberdayaan agar peserta memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Baca juga : Menteri Dody Bawa Pelayanan Publik Kementerian PU Raih Skor 89,76
Pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik membuat motif pada kain menggunakan dedaunan dan bunga, tetapi juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi melalui produk kreatif yang memiliki nilai jual serta mendukung tren fesyen berkelanjutan yang terus berkembang di Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemberdayaan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila masyarakat dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan menjadi peluang usaha.
Baca juga : Film "Istimewa" Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
"Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Kindaris, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri para peserta.
Sebab, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak hanya terbatas pada akses terhadap pekerjaan, tetapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya PNM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Baca juga : Perdagangan Diperkuat, Pasar Ekspor Diperluas
Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif yang membutuhkan semakin banyak produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan ecoprint dinilai membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk ikut berperan dalam kegiatan ekonomi.
Dari selembar kain yang dihiasi motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berkarya dan menciptakan nilai tambah.
Melalui semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.