RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan lewat pembangunan ekosistem pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terintegrasi.
Melalui 35 Sentra UMKM, BSI UMKM Center, dan 23 Desa Binaan di berbagai daerah, BSI tak hanya membuka akses pembiayaan. Tetapi juga menyiapkan dukungan menyeluruh agar pelaku usaha mampu naik kelas, layak dibiayai (bankable), dan menembus pasar yang lebih luas.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional sekaligus pintu masuk utama pengembangan ekosistem halal Indonesia.
“Karena itu, BSI mengusung pendekatan menyeluruh (end-to-end). Mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi, hingga perluasan pasar domestik dan global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Baca juga : Pengamat: Sentuhan Danantara Bikin Kinerja BRI Kian Solid, Setoran Pajak Meroket
Saat ini BSI telah melayani lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Bersama Danantara, BSI juga mengelola empat pusat pembinaan khusus yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Melalui keempat pusat tersebut, lebih dari 6 ribu pelaku usaha telah mendapatkan pendampingan. Keempat pusat itu berfungsi sebagai wadah pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, serta pameran produk guna memastikan usaha binaan tidak hanya bertahan, melainkan tumbuh menjadi entitas yang sehat, legal, layak, dan berdaya saing.
Menurut Anggoro, pendekatan ini sejalan dengan komitmen menjadikan UMKM bukan sekadar objek pembiayaan, melainkan bagian dari ekosistem yang benar-benar mengangkat taraf usaha.
“Langkah ini sejalan dengan upaya menghadirkan ekosistem UMKM nasional sebagaimana visi Pemerintah,” tegasnya.
Baca juga : Danantara Dan IFG Gaspol Konsolidasi Asuransi BUMN
Penguatan dan pendampingan dilakukan melalui lima strategi utama: peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan rantai nilai halal dari hulu ke hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, BSI mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar menjadi usaha yang legal, layak, dan layak dibiayai.
“Selain itu, untuk mendorong pengembangan UMKM di pedesaan, BSI juga membangun 23 Desa Binaan yang mengoptimalkan potensi ekonomi lokal lewat pemberdayaan berbasis komunitas," ujarnya.
Komitmen tersebut turut didukung penyaluran pembiayaan Ritel dan UMKM yang hingga Mei 2026 mencapai Rp 54,80 triliun, tumbuh dua digit sebesar 11,14 persen yoy kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, Pembiayaan Mikro, dan Pembiayaan UMKM.
Baca juga : Awali Usia ke-35 Tahun, Surveyor Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 953 M
BSI juga mempercepat transformasi digital pelaku usaha lewat Portal UMKM BSI, Bewize by BSI, BSI Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan Byond by BSI agar semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Anggoro menegaskan, ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada pelaku usaha itu saja. Dampaknya akan meluas terciptanya lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan industri halal, serta penggerak ekonomi daerah.
“Inilah nilai ekonomi, peran bank syariah, sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia,” pungkas Anggoro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.