Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pelindo Makin Cuan Ditopang Danantara, Laba Semester I Meroket 60 Persen
Rabu, 29 Juli 2026 07:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya transformasi yang digawangi oleh Danantara Indonesia di tubuh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai membuahkan hasil manis. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, perusahaan pelat merah di sektor kepelabuhanan ini sukses meraup laba periode berjalan hingga Rp2,57 triliun.
Angka ini melonjak tajam sekitar 60,44 persen jika disandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya, menandakan adanya perbaikan fundamental tata kelola di tubuh korporasi.
Lompatan laba yang signifikan ini tidak lepas dari bergeraknya roda ekonomi riil yang tercermin dari tingginya aktivitas operasional pelabuhan. Hingga akhir Juni 2026, lalu lintas arus peti kemas yang dikelola Pelindo menyentuh angka 9,96 juta TEUs.
Terdapat pertumbuhan volume layanan sebesar 7 persen secara tahunan yang mengindikasikan bahwa pergerakan barang logistik nasional mulai kembali bergairah setelah dioptimalisasi melalui pengelolaan portofolio yang lebih terarah.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyebutkan bahwa torehan positif pada paruh pertama tahun ini merupakan hasil dari kedisiplinan perusahaan dalam mengelola keuangan.
Baca juga : Perampingan BUMN oleh Danantara Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
"Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin," ujar Achmad.
Di luar faktor efisiensi dan pemangkasan biaya operasional yang tak perlu, Achmad memaparkan bahwa laju pundi-pundi korporasi memang berjalan selaras dengan membaiknya kinerja operasional di lapangan.
Sejalan dengan tren kinerja yang tengah menanjak, Pelindo kini mempercepat agenda transformasi besar-besaran yang diamanatkan oleh Danantara Indonesia. Fokus utamanya terletak pada penataan struktur bisnis dan peningkatan efektivitas organisasi.
Salah satu kebijakan strategis yang kini tengah dieksekusi oleh manajemen adalah perampingan atau penyederhanaan struktur korporasi. Langkah perampingan ini diyakini mampu memangkas duplikasi fungsi serta menekan transaksi internal antarperusahaan di dalam grup yang selama ini kerap memperlambat alur birokrasi dan membebani neraca.
"Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai," ungkap Achmad.
Baca juga : Lisandro Martinez, Puji Wasit, Semprot Wartawan
Ia meyakini tata kelola perusahaan yang baru akan menjadi jauh lebih tangkas dan efektif, terutama dalam mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat elit manajerial. Lebih jauh, perombakan struktur ini turut dibarengi dengan pembenahan besar-besaran di sektor layanan kepelabuhanan.
Pelindo terus melakukan standardisasi kualitas layanan guna meningkatkan produktivitas terminal di berbagai daerah. Proses bisnis yang sebelumnya berjalan secara konvensional dan rentan inefisiensi kini mulai terdigitalisasi secara masif untuk mengoptimalkan perencanaan sekaligus mengendalikan operasi di lapangan secara seketika atau real-time.
Pada saat yang bersamaan, ekspansi dan pengembangan jaringan pelabuhan berbasis hub and spoke terus digenjot oleh perusahaan. Konsep ini dirancang untuk merajut dan mengintegrasikan layanan pelabuhan dengan berbagai kawasan industri, pusat logistik, serta aneka moda transportasi darat maupun laut.
Harapannya, akan tercipta sebuah ekosistem logistik nasional yang saling terhubung erat tanpa ada lagi sumbatan (bottleneck) di titik-titik bongkar muat.
Misi besar integrasi ini pada akhirnya bermuara pada upaya penekanan biaya logistik dan efisiensi arus barang dari hulu ke hilir.
Baca juga : Keberangkatan Haji Di Bandara InJourney Lancar, Ketepatan Waktu Capai 96 Persen
"Kami ingin memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional," pungkas Achmad.
Konektivitas yang mumpuni kelak tidak hanya menguntungkan margin korporasi semata, tetapi juga didesain untuk menjadi katalisator bagi efisiensi arus barang ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya