BREAKING NEWS
 

JustMarkets: Kejutan CPI Jadi Pemicu Utama Volatilitas Pasar Valas

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 5 Agustus 2026 15:54 WIB
Foto: JustMarkets.

RM.id  Rakyat Merdeka - JustMarkets merilis analisis mengenai pengaruh kejutan data Consumer Price Index (CPI) terhadap volatilitas pasar valuta asing (forex).

Menurut perusahaan, faktor utama yang menggerakkan pasangan mata uang seperti EUR/USD bukanlah besarnya angka inflasi, melainkan perbedaan antara data aktual dan ekspektasi pasar.

Sebagai contoh, inflasi sebesar 3,4 persen tetap dapat memicu pelemahan dolar AS apabila pasar sebelumnya memperkirakan angka yang lebih tinggi.

Sebaliknya, angka inflasi yang lebih rendah dapat mendorong penguatan dolar jika hasil tersebut masih melampaui konsensus pasar.

Temuan ini sejalan dengan riset Federal Reserve yang menyebut komponen "kejutan" dalam data inflasi sebagai faktor utama penggerak harga di pasar.

"Katalis sebenarnya bagi volatilitas pasar valuta asing bukanlah angka inflasi itu sendiri, melainkan seberapa jauh angka tersebut menyimpang dari konsensus pasar. Trader yang hanya berfokus pada angka utama sering kali melewatkan faktor yang benar-benar menggerakkan pasar," ujar perwakilan JustMarkets.

Baca juga : Trump Turun Tangan, Yen Bangkit Dari Titik Nadir

JustMarkets menjelaskan bahwa pasar forex bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral. Karena itu, data inflasi menjadi penting sejauh mampu mengubah proyeksi pasar terhadap kebijakan moneter.

Beberapa indikator yang dinilai paling berpengaruh antara lain: CPI bulanan dan CPI inti (Core CPI); Inflasi jasa inti; Revisi data inflasi periode sebelumnya; serta Ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral.

Dibandingkan data tahunan, data inflasi bulanan dan inflasi inti dinilai memiliki dampak yang lebih besar terhadap pergerakan harga di pasar.

Menurut JustMarkets, cara paling sederhana menghitung kejutan CPI adalah dengan mengurangi angka CPI aktual dengan CPI konsensus yang dipublikasikan dalam kalender ekonomi.

Setelah itu, pelaku pasar perlu mengamati respons pasar melalui pergerakan imbal hasil obligasi jangka pendek. Umumnya, pola yang terjadi adalah: kejutan CPI, perubahan imbal hasil, pergerakan dolar AS, kemudian penyesuaian sentimen pasar.

Adsense

Untuk memantau data ekonomi berdampak tinggi secara real time, banyak trader memanfaatkan kalender ekonomi sebagai acuan dalam mengambil keputusan.

Baca juga : PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial

JustMarkets mengidentifikasi tiga fase utama yang umumnya terjadi setelah data CPI diumumkan. Fase pertama adalah reaksi awal pasar dalam hitungan detik, yang banyak dipengaruhi aktivitas perdagangan algoritmik.

Selanjutnya memasuki fase interpretasi selama sekitar 15–60 menit, ketika pelaku pasar mulai mencermati data inflasi inti dan konfirmasi dari pergerakan imbal hasil obligasi.

Setelah itu, pasar biasanya memasuki fase lanjutan, yakni tren menguat atau berbalik arah sesuai hasil evaluasi pelaku pasar.

Dalam menghadapi rilis CPI, terdapat dua pendekatan yang lazim digunakan trader. Pendekatan momentum dilakukan ketika data utama dan data inti sama-sama mendukung arah pergerakan pasar serta dikonfirmasi oleh perubahan imbal hasil obligasi.

Banyak trader memilih menunggu hingga candlestick satu menit pertama selesai untuk menghindari sinyal palsu.

Sementara itu, pendekatan fade digunakan ketika terjadi ketidaksesuaian antara pergerakan pasar valuta asing dengan imbal hasil obligasi atau terdapat perbedaan sinyal antara data utama dan data inti.

Baca juga : Investor Muda ASEAN Meningkat, JustMarkets Dukung Tren Trading Mobile

Pada strategi ini, trader umumnya menunggu sekitar 10–20 menit hingga pergerakan awal mereda sebelum mencari peluang pembalikan arah.

JustMarkets juga menekankan pentingnya manajemen risiko. Banyak pelaku pasar membatasi ukuran posisi hanya sekitar 0,25–0,50 persen dari total ekuitas untuk mengantisipasi pelebaran spread dan slippage saat volatilitas tinggi.

Dalam kondisi tertentu, tidak melakukan transaksi justru dinilai sebagai keputusan yang lebih bijak dibanding memaksakan masuk ke pasar.

Menjelang pengumuman CPI berikutnya, JustMarkets menyarankan trader memantau pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY, serta mengikuti kalender ekonomi untuk mengetahui jadwal rilis data penting.

Alur yang disarankan meliputi pemantauan kalender ekonomi, mencermati hasil rilis data, kemudian mengeksekusi transaksi melalui platform perdagangan sesuai strategi yang telah disiapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense