Dark/Light Mode

Saat Volatilitas Pasar Naik, Emosi Investor Ikut Bergejolak

Rabu, 22 April 2026 17:29 WIB
Ilustrasi membuat keputusan saat volatilitas pasar naik. (Foto: Dok. Elev8)
Ilustrasi membuat keputusan saat volatilitas pasar naik. (Foto: Dok. Elev8)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar finansial tak pernah benar-benar diam. Kadang stabil, kadang bergerak tajam. Volatilitas pun menjadi bagian yang berulang dalam lanskap keuangan.

Namun, bagi pelaku pasar, gejolak harga bukan sekadar angka. Ada dampak lain yang tak kalah besar: respons emosional yang memengaruhi perilaku finansial.

Kesadaran atas respons ini kerap kurang mendapat perhatian, padahal menjadi faktor penting dalam berinteraksi dengan pasar.

Sisi Psikologis Volatilitas

Pergerakan harga yang cepat dan tak terduga memicu emosi. Ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi selanjutnya menjadi inti dari periode volatile. Ketidakpastian ini, secara psikologis, menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Jaga Ekosistem Kelautan Pulau Pramuka

Dalam kajian ekonomi perilaku dan psikologi kognitif, kondisi ini bukan kelemahan, melainkan bagian alami dari proses pengambilan keputusan manusia di situasi tidak stabil.

Analis finansial dari broker Elev8, Kar Yong Ang, menilai volatilitas sering memperkuat keputusan emosional dibanding rasional.

“Yang membuat volatilitas pasar menarik dari sudut pandang perilaku adalah karena dampaknya berbeda-beda pada setiap orang—dan sering kali tidak konsisten. Individu yang sama bisa merespons kondisi pasar yang serupa dengan cara berbeda, tergantung kondisi pikiran, pengalaman terbaru, atau cara memahami situasi. Persepsi risiko bukan sesuatu yang tetap. Persepsi ini berubah,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (22/4/2026).

Emosi Membentuk Persepsi

Dalam kondisi volatil, respons emosional trader bisa mengubah perilaku secara drastis. Pergerakan harga yang sama bisa dimaknai berbeda oleh tiap individu. Ada yang melihatnya sebagai fluktuasi biasa. Ada pula yang menganggapnya sebagai awal tren besar.

Baca juga : Sambut Era CoreTax, Pakar Perpajakan Luncurkan Ekosistem Akuntara

Respons terhadap volatilitas pun beragam. Sebagian orang menjadi lebih waspada dan fokus. Sebagian lainnya justru merasa lelah atau terganggu.

Ada yang memilih berhati-hati saat pasar tak menentu, tetapi ada juga yang justru semakin agresif. Perbedaan ini mencerminkan cara tiap individu memproses risiko dan ketidakpastian.

Tarik-Menarik Jangka Pendek dan Panjang

Volatilitas tinggi kerap menggeser fokus ke pergerakan harga jangka pendek, sehingga mengaburkan gambaran besar. Reaksi seperti lebih sering mengecek harga, mengevaluasi ulang posisi, hingga dorongan untuk segera bertindak menjadi hal umum—bahkan pada trader berpengalaman.

Impuls untuk bertindak di tengah ketidakpastian sering muncul, meski alasan rasional belum tentu kuat. Penelitian menunjukkan pola yang berulang, salah satunya meningkatnya sensitivitas terhadap kerugian dibanding keuntungan.

Baca juga : ARVINDO Siap Kolaborasi Perangi Narkotika di Industri Vape

Dalam kondisi volatil, kecenderungan ini semakin kuat dan memengaruhi persepsi risiko. Pola lain adalah penyempitan horizon waktu. Perspektif jangka panjang menjadi lebih sulit dipertahankan saat pasar bergerak tajam. Yang dekat dan terlihat langsung cenderung mengalahkan yang jauh dan belum pasti.

Lingkaran Sentimen Pasar

Sentimen pasar ikut memperkuat respons individu. Pada saat yang sama, sentimen juga membentuk kondisi pasar itu sendiri. Akibatnya, batas antara sinyal pasar dan respons emosional menjadi semakin kabur.

Merangkul Ketidakpastian

Hubungan antara volatilitas, emosi, dan pengambilan keputusan tidak sederhana. Pasar penuh ketidakpastian. Sementara pelaku pasar membawa pengalaman, persepsi, dan emosi masing-masing. Interaksi keduanya kompleks dan tak pernah sama dari waktu ke waktu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.