BREAKING NEWS
 

Industri Keramik Kawal Kebijakan HGBT Baru, Siap Investasi Rp 10 T

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 Agustus 2026 10:55 WIB
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri keramik nasional mulai menunjukkan optimisme setelah pemerintah memangkas harga regasifikasi liquefied natural gas (LNG) dari 20,5 dolar AS per MMBtu menjadi 13 dolar AS per MMBtu sejak 29 Juni 2026. Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang kebangkitan industri yang selama ini menghadapi tingginya biaya energi dan ketidakpastian pasokan gas.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto mengatakan, kebijakan penurunan harga regasifikasi LNG yang diperkuat melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 281K/2026 memberikan kepastian berusaha bagi industri keramik yang sangat bergantung pada pasokan gas.

“Kebijakan ini menjadi angin segar bagi industri keramik karena memberikan kepastian terkait ketersediaan gas industri dan harga gas yang lebih berdaya saing,” kata Edy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut dia, kombinasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk keramik menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing industri di tengah perlambatan ekonomi global dan tantangan ekonomi domestik.

Baca juga : ASAKI: Penurunan Harga LNG Industri Kerek Daya Saing Industri Keramik

ASAKI mencatat industri keramik telah menyiapkan ekspansi kapasitas produksi sebesar 105 juta meter persegi per tahun secara bertahap mulai semester II-2026 hingga akhir 2028. Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp 10 triliun dengan potensi penyerapan 7.500 tenaga kerja baru.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, Indonesia diproyeksikan menjadi produsen keramik terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Brasil. Saat ini, industri keramik nasional mempekerjakan sekitar 160.000 tenaga kerja.

Meski demikian, ASAKI menilai realisasi penyaluran gas industri pada Juli 2026 masih belum sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah dalam Kepmen ESDM Nomor 281K/2026.

Adsense

Berdasarkan evaluasi asosiasi, realisasi penyaluran gas baru mencapai sekitar 88 persen dari volume yang ditetapkan. Jika dibandingkan dengan total kebutuhan industri keramik, pasokan gas HGBT dengan harga 7 dolar AS per MMBtu baru memenuhi sekitar 66 persen kebutuhan, sedangkan sisanya diperoleh dengan harga 13 dolar AS per MMBtu.

Baca juga : Kadin: Industri Keramik Dalam Negeri Butuh Keberpihakan Pemerintah

Kondisi tersebut menyebabkan harga gas yang dibayar industri keramik pada Juli berada di kisaran 8 hingga 8,5 dolar AS per MMBtu.

“Realisasi penyaluran gas HGBT masih meleset dari yang seharusnya sehingga beban biaya energi industri belum sepenuhnya turun,” ujar Edy.

ASAKI berharap, realisasi penyaluran gas dapat segera sesuai dengan volume yang telah ditetapkan pemerintah agar ekspansi industri berjalan sesuai rencana. Dalam Kepmen ESDM Nomor 281K/2026, alokasi volume gas HGBT untuk industri di wilayah Jawa bagian barat mencapai sekitar 73 persen dari total kebutuhan.

Menurut Edy, kepastian pasokan gas menjadi faktor utama untuk mendorong peningkatan utilisasi industri keramik pada semester II-2026 hingga kisaran 75-80 persen.

Baca juga : Asaki: Banjir Impor Keramik China-India Ancam Industri Nasional

Selain itu, ASAKI menyatakan siap mendukung berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Program 3 Juta Rumah, Program Gentengnisasi, pembangunan Sekolah Rakyat, renovasi sekolah, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Menurut asosiasi, pertumbuhan industri keramik akan memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi manufaktur, serta penguatan industri bahan bangunan nasional.

“Kami siap mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen melalui peningkatan kapasitas produksi dan investasi industri keramik,” kata Edy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense