Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ASAKI Sambut Program Gentengisasi, Industri Siap Ekspansi
Selasa, 3 Februari 2026 14:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyambut positif program gentengisasi yang diarahkan Presiden sebagai salah satu prioritas nasional karena dinilai mampu memberikan optimisme baru sekaligus membuka peluang ekspansi industri genteng dalam negeri.
Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, program tersebut menjadi momentum penting bagi industri genteng yang saat ini telah beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi.
“Ini tentu merupakan kabar yang sangat positif dan menggembirakan bagi kami. Program gentengisasi memberikan optimisme baru bagi sektor industri genteng,” ujar Edy saat pelantikan pengurus ASAKI, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, industri genteng nasional yang berada di bawah naungan ASAKI saat ini memiliki tiga perusahaan anggota dengan total kapasitas produksi sekitar 85 juta unit per tahun. Tingkat utilisasi industri bahkan telah berada di atas 90 persen atau mendekati kondisi optimal.
Baca juga : Prabowo Pacu Gentengisasi, Menperin Minta Industri Genteng Siap
Dengan adanya arahan pemerintah terkait gentengisasi, ASAKI menyatakan siap melakukan ekspansi kapasitas untuk menyambut pasar baru, sekaligus berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja.
“Dengan tiga pabrik yang ada saat ini, ekspansi kapasitas menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan. Ini tentu akan menyerap tenaga kerja baru,” kata Edy.
Ia menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan akan muncul pabrik-pabrik genteng baru, seiring rencana koordinasi dengan Koperasi Desa Merah Putih yang membuka peluang kolaborasi lebih luas antara industri dan pemerintah.
“Pada prinsipnya, kami siap dilibatkan dan siap bekerja sama,” ujarnya.
Baca juga : Guru Besar Trisakti: Gagasan Gentengnisasi Prabowo Lindungi Balita dan Lansia
Dari sisi permodalan, teknologi, dan sumber daya manusia, Edy menegaskan industri genteng anggota ASAKI tidak menghadapi kendala berarti. Namun, keberhasilan program gentengisasi tetap membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya terkait kepastian pasokan energi gas.
“Industri genteng sepenuhnya menggunakan gas sebagai bahan bakar tungku pembakaran. Ekspansi kapasitas tentu membutuhkan kepastian suplai gas, selain juga ketersediaan bahan baku utama berupa tanah liat,” katanya.
Menurut Edy, dengan utilisasi yang telah mendekati optimal, industri genteng harus segera melakukan ekspansi ketika program gentengisasi mulai berjalan. Proses ekspansi umumnya membutuhkan waktu sekitar 9 hingga 12 bulan dan dilakukan melalui pembangunan pabrik baru.
Saat ini, pabrik genteng nasional berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Pengembangan di luar Pulau Jawa masih terkendala oleh kepastian pasokan gas.
Baca juga : Jaga IHSG, Kinerja Satgas Percepatan Investasi Mesti Digencarkan
Terkait kemungkinan penggunaan bahan baku alternatif seperti clay ash, Edy menyebut peluang tersebut terbuka untuk dikaji lebih lanjut melalui riset dan uji laboratorium.
Di sisi lain, Edy menuturkan industri keramik nasional telah memiliki peta jalan pertumbuhan yang jelas, dengan target utilisasi 80 persen pada 2026, meningkat menjadi 85 persen pada 2027, dan di atas 90 persen mulai 2028.
Target tersebut didorong oleh berbagai program pemerintah, antara lain pembangunan tiga juta unit rumah, sekolah rakyat, koperasi Merah Putih, KUR properti, kebijakan PPN ditanggung pemerintah, serta penerapan SNI wajib produk keramik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencetuskan program gentengisasi dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Senin (2/2/2026)Program tersebut bertujuan mengganti atap seng dengan genteng karena dinilai lebih nyaman, tahan lama, serta memiliki nilai estetika yang lebih baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya