Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ASAKI: Industri Keramik RI Sudah Swasembada, Tak Perlu Impor
Selasa, 3 Februari 2026 13:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyatakan industri keramik nasional saat ini telah mencapai swasembada dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar dalam negeri tanpa bergantung pada produk impor.
Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis yang berpihak pada penguatan industri nasional.
“Dengan penuh keyakinan, kami dapat menyampaikan bahwa industri keramik nasional saat ini telah swasembada keramik dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar dalam negeri tanpa impor,” ujar Edy dalam sambutannya pada pelantikan pengurus ASAKI periode 2026–2029 di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Edy menyampaikan, tingkat utilisasi industri keramik nasional menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada 2025, utilisasi industri keramik tercatat mencapai 73 persen, dan pada tahun ini ditargetkan naik menjadi 80 persen, khususnya untuk industri ubin keramik.
Baca juga : Menperin Targetkan Industri Keramik RI Masuk 4 Besar Dunia
Menurutnya, target tersebut masih bersifat moderat karena belum memasukkan potensi tambahan permintaan dari program pembangunan tiga juta unit rumah. Jika program tersebut terealisasi, utilisasi industri keramik diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 16 persen, mendekati level 90 persen.
“Kami optimistis target utilisasi 80 persen dapat tercapai tahun ini. Bahkan, apabila program tiga juta rumah berjalan, utilisasi industri bisa meningkat jauh lebih tinggi,” kata Edy.
Dari sisi kapasitas, Edy menjelaskan bahwa industri keramik nasional terus melakukan ekspansi. Kapasitas produksi terpasang pada 2025 mencapai 650 juta meter persegi per tahun, dan pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 672 juta meter persegi. Peningkatan kapasitas diproyeksikan berlanjut hingga mencapai sekitar 701 juta meter persegi per tahun paling lambat pada 2028.
Capaian tersebut, lanjut Edy, semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu dari lima besar produsen keramik dunia, bahkan di tengah tren perlambatan industri keramik global.
Baca juga : Pakar IPB: Mentan Sukses Orkestrasi Pencapaian Swasembada Pangan
Berdasarkan data World Ceramic Tile Forum (WCTF), produksi keramik dunia mencapai puncaknya pada 2021 sebesar 15 miliar meter persegi, namun turun menjadi 11,3 miliar meter persegi pada 2024 atau merosot sekitar 25 persen. Sebaliknya, produksi keramik Indonesia justru meningkat dari 410 juta meter persegi pada 2024 menjadi 475 juta meter persegi pada 2025, atau tumbuh sekitar 15 persen.
“Kami sering ditanya oleh asosiasi internasional, mengapa industri keramik Indonesia tetap bertumbuh saat dunia justru menurun. Jawaban kami sederhana, karena pemerintah hadir,” ujar Edy.
Ia menilai, dukungan kebijakan pemerintah, termasuk perlindungan pasar domestik, penerapan SNI wajib, serta kebijakan pengamanan perdagangan, telah memberikan kepastian usaha dan mendorong kepercayaan pelaku industri untuk terus berinvestasi.
Selain ubin keramik, ASAKI juga melihat peluang pertumbuhan pada industri genteng seiring rencana program gentengisasi pemerintah. Saat ini, industri genteng yang berada di bawah naungan ASAKI telah beroperasi dengan tingkat utilisasi di atas 90 persen, dengan produksi sekitar 85 juta unit per tahun dari tiga perusahaan.
Baca juga : DPR Apresiasi Swasembada Beras, Minta Langkah Berkelanjutan
“Dengan adanya program gentengisasi, kami optimistis akan tumbuh lebih banyak pabrik genteng dan tercipta pasar baru bagi industri nasional,” kata Edy.
ASAKI menegaskan komitmennya untuk terus berjalan seiring dengan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen, sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja melalui penguatan industri keramik dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya