Dark/Light Mode

Lantik Pengurus ASAKI

Menperin Targetkan Industri Keramik RI Masuk 4 Besar Dunia

Selasa, 3 Februari 2026 13:21 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis industri keramik nasional memiliki modal kuat untuk menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia, seiring dengan fondasi industri yang kokoh, kapasitas produksi besar, serta dukungan kebijakan strategis pemerintah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri keramik nasional saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, didukung struktur industri yang kuat serta berbasis sumber daya alam lokal.

“Dengan kinerja yang ada saat ini, industri keramik nasional memiliki modal kuat sekaligus misi untuk menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia,” ujar Agus dalam sambutannya pada pelantikan Dewan Pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) periode 2026–2029 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca juga : RI Tingkatkan Fondasi Industri Semikonduktor

Menperin menjelaskan, industri keramik memiliki peran strategis dalam menopang sektor riil, khususnya properti dan konstruksi, yang menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Meski bersifat siklikal dan dipengaruhi dinamika ekonomi makro, industri ini dinilai memiliki prospek pasar domestik yang luas.

Saat ini, kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen pada 2025. Sektor ini juga menyerap sekitar 150 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Kinerja positif industri keramik tersebut sejalan dengan capaian sektor industri manufaktur nasional yang masih menjadi penggerak utama perekonomian. Sepanjang triwulan I–III 2025, Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) tumbuh 5,17 persen dan berkontribusi 17,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Baca juga : Tak Mau Cuma Merakit, RI Bidik Industri Semikonduktor Global

Dari sisi perdagangan, IPNM menyumbang 80,27 persen terhadap total ekspor nasional serta menyerap tenaga kerja hingga 20,26 juta orang. Optimisme pelaku industri juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Januari 2026 yang berada pada level ekspansif, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang terus menunjukkan tren positif.

Untuk memperkuat daya saing industri keramik nasional, Kemenperin terus menjalankan kebijakan strategis yang selaras dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Kebijakan tersebut mencakup perlindungan pasar domestik, peningkatan investasi bernilai tambah, substitusi impor, serta penguatan keterkaitan industri hulu dan hilir.

Pemerintah juga memberikan dukungan melalui kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar 7 dolar AS per MMBTU, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib, serta penerapan instrumen pengamanan perdagangan berupa tindakan safeguard dan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap produk ubin keramik impor.

Baca juga : Gaet ADB, Kemenperin Kebut Pengembangan Industri Semikonduktor

Selain itu, implementasi kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terus diperkuat guna memperluas penyerapan produk keramik nasional, khususnya pada proyek pemerintah, BUMN, dan sektor konstruksi.

Menperin juga mengapresiasi peran ASAKI dalam menjaga keberlangsungan industri keramik nasional dan berharap kepengurusan baru periode 2026–2029 dapat semakin solid dan profesional dalam mendukung pengembangan industri secara berkelanjutan.

“Saya percaya, dengan kepengurusan yang baru, ASAKI akan semakin solid dalam mendukung pertumbuhan industri keramik nasional, sekaligus berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.