RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) menggelar Indonesia Professional Insurance Forum (The Forum) 2026 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada 5–7 Agustus 2026. Forum yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-34 AAMAI itu mengangkat tema "The Role of Insurance Ecosystems: Connecting With Customers in New Ways".
Kegiatan tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan ekosistem industri perasuransian yang adaptif di tengah pesatnya transformasi digital.
Ketua Dewan Pengurus AAMAI, Robby Loho, mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri asuransi nasional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI), big data analytics, Internet of Things (IoT), hingga integrasi sistem berbasis Application Programming Interface (API) mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat layanan kepada nasabah.
Robby mengajak seluruh pelaku industri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.
Baca juga : Askrindo Raih Insurance Market Leaders Award 2026 Dorong Bisnis Berkelanjutan
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem industri perasuransian yang lebih kuat dan inovatif.
Forum secara resmi dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, serta Ketua Pelaksana Indonesia Professional Insurance Forum 2026, Suhardiman.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan bahwa industri asuransi memiliki peran penting sebagai instrumen perlindungan yang dibangun atas semangat kebersamaan.
"Asuransi lahir dari kesadaran bahwa kehidupan selalu berdampingan dengan ketidakpastian. Karena itu, asuransi bukan hanya perkara polis, premi, dan klaim. Di dalamnya terdapat ikhtiar kolektif untuk saling menopang ketika risiko datang tanpa mengetuk pintu," ujarnya.
Setelah pembukaan, forum dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech mengenai transformasi digital, penguatan kolaborasi, serta peningkatan daya saing industri perasuransian nasional.
Baca juga : AAJI Gelar Chief Risk Officer Forum 2026, Perkuat Ketahanan Industri Asuransi
Pada hari pertama, peserta mengikuti dua sesi diskusi panel bertema Embedded Insurance & Ecosystem Partnerships: From Product to Experience serta Hyper-Personalization & AI-Driven Insurance: Rethinking Customer Engagement.
Berbagai diskusi membahas implementasi embedded insurance, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga strategi meningkatkan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pemanfaatan AI merupakan keniscayaan dalam perkembangan industri asuransi. Namun, ia menegaskan teknologi tidak akan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan.
"Artificial intelligence adalah alat bantu bagi para profesional di bidang perasuransian. Pada akhirnya yang menentukan tetap manusia. Profesional yang mampu memanfaatkan teknologi akan memiliki daya saing yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menggunakan teknologi," kata Ogi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Indonesia Professional Insurance Forum 2026, Suhardiman, mengatakan berbagai rekomendasi yang dihasilkan selama forum akan dihimpun sebagai bahan penyempurnaan pendidikan dan pelatihan di AAMAI.
Baca juga : Inovasi & Berkelanjutan, 50 Persen Jabatan Strategis Generali Diisi Perempuan
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sehingga mendorong lahirnya industri perasuransian Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pembukaan forum juga dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, jajaran pengurus AAMAI, pimpinan perusahaan asuransi, akademisi, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.