Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PHE Perkuat Produksi Migas Nasional, Industri Asuransi Jadi Mitra Strategis
Selasa, 10 Maret 2026 09:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peningkatan aktivitas dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam beberapa tahun ke depan membuka peluang besar bagi industri asuransi.
Seiring dengan meningkatnya investasi dan nilai aset energi yang mencapai miliaran dolar AS, perlindungan asuransi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan industri.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatat kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional.
Saat ini PHE mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja operator di Indonesia dan berkontribusi terhadap sekitar 65 persen lifting minyak domestik serta 35 persen lifting gas nasional.
PHE terus menjalankan berbagai program strategis guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong peningkatan produksi.
Baca juga : IFEX 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Sentra Furnitur Dunia
Upaya tersebut mencakup pengembangan lapangan, eksplorasi baru, enhanced oil recovery (EOR), serta optimalisasi aset eksisting melalui pengeboran, workover, dan well intervention dalam skala besar.
Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan eksplorasi wilayah kerja baru yang berpotensi menghasilkan tambahan sumber daya migas yang signifikan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mengimbangi penurunan alami produksi sekaligus memperkuat pasokan energi domestik.
Seiring dengan ekspansi kegiatan tersebut, nilai aset yang dikelola PHE terus meningkat. Hal ini terlihat dari total nilai capital expenditure yang dikeluarkan PHE setiap tahunnya untuk pengembangan, eksplorasi serta oil & gas services berkisar di angka milyaran dollar Amerika Serikat.
Aset yang diasuransikan saat ini mencakup properti onshore, properti offshore, serta ribuan sumur migas.
Baca juga : DPR Soroti Tata Kelola Industri Asuransi, Dorong Perlindungan Pemegang Polis
"Produksi migas bukan hanya soal lifting. Ini soal membangun industri yang resilient, bankable, dan terpercaya. Kolaborasi dengan industri asuransi adalah bagian fundamental dari strategi keberlanjutan PHE," kata VP Financing & Treasury PT Pertamina Hulu Energi Villia Sim, dalam acara Bincang Santai EITS bertajuk "Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas" di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut Villia, dalam skema kontrak kerja sama hulu migas di Indonesia, setiap kontraktor Kontrak Kerjasama Migas (KKKS) juga diwajibkan menjaga keberlangsungan perlindungan asuransi selama masa operasi.
Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan stabilitas industri serta melindungi investasi energi nasional.
Ke depan, PHE akan menjalankan strategi pertumbuhan ganda melalui optimalisasi bisnis inti migas sekaligus pengembangan energi rendah karbon seperti CCS/CCUS dan dekarbonisasi.
Dengan dukungan kemitraan strategis, termasuk dari sektor asuransi, industri hulu migas diharapkan semakin tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
Baca juga : Australia Kucurkan Dana Rp 2,4 Triliun
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.
Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya