RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group memperkuat transformasi bisnis karet untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Strategi tersebut difokuskan pada pengelolaan kebun berbasis riset, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan komoditas bernilai tambah tinggi guna memperkuat kinerja jangka panjang.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation" yang digelar di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, dan menjadi bagian dari agenda transformasi bisnis PTPN Group.
Perusahaan terus mempercepat implementasi strategi tersebut untuk menghadapi dinamika industri karet global yang semakin kompetitif.
Forum yang diinisiasi Direktorat Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) itu dihadiri direksi operasional subholding, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, pimpinan operasional, serta tim peneliti. Pertemuan tersebut difokuskan menyelaraskan kebijakan, memperkuat strategi bisnis, dan merumuskan langkah implementasi menghadapi perubahan pasar karet dunia.
Baca juga : Semester I 2026, Penjualan PTPN Group Tembus Rp 29,1 Triliun
Direktur Produksi dan Pengembangan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Rizal H. Damanik mengatakan, transformasi bisnis karet tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan volume produksi. Menurutnya, daya saing perusahaan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan data dan riset dalam setiap keputusan operasional.
"Dinamika industri komoditas global menuntut kita terus beradaptasi melalui pengelolaan biological asset yang sehat," ujar Rizal dikutip dari keterangannya, Jumat, (7/8/2026).
Rizal menjelaskan, PTPN Group mulai menerapkan pendekatan diagnosis before decision dalam pengelolaan kebun karet. Seluruh keputusan teknis, mulai dari sistem penyadapan hingga penggunaan stimulansia, dilakukan berdasarkan analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, dan efisiensi biaya.
Menurut dia, pendekatan tersebut bertujuan menjaga kesehatan aset biologis, memperpanjang umur produktif tanaman, serta meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Strategi itu juga diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Baca juga : Ekspansi ke BSD, Aldys Hotdog Siap Bidik Pasar Internasional
Selain memperbaiki tata kelola kebun, PTPN Group mengubah orientasi produksi menuju produk karet bernilai tambah tinggi. Perusahaan menargetkan komposisi produksi bahan baku cair premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, mencapai rasio ideal 70 persen.
Rizal menilai, peningkatan porsi produk premium akan memperkuat posisi PTPN Group di pasar internasional. Langkah tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai jual produk sekaligus mendukung profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan.
Transformasi bisnis turut diperkuat melalui penataan lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Kebun berproduktivitas tinggi akan dijadikan acuan praktik terbaik, sedangkan kebun yang memasuki akhir masa produktif dioptimalkan sebelum diremajakan.
Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara bersama jajaran peneliti dan pimpinan operasional juga memperkuat kolaborasi riset untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan teknologi budidaya sekaligus meningkatkan daya saing komoditas karet nasional.
Baca juga : Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Yang Tembus Pasar Global
PTPN Group menegaskan transformasi bisnis karet sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2025-2029. Perusahaan terus memperkuat precision farming, hilirisasi komoditas, riset, inovasi, serta kemitraan dengan petani guna menciptakan nilai tambah dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.