Dark/Light Mode

Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Yang Tembus Pasar Global

Rabu, 8 Juli 2026 20:11 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau proses produksi pupuk batu bara di PT Bursatani Futura Andyta, Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026). Dok. Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau proses produksi pupuk batu bara di PT Bursatani Futura Andyta, Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026). Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pabrik pupuk batu bara milik PT Bursatani Futura Andyta di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan inovasi industri nasional sekaligus penguatan program ketahanan pangan.

Pabrik yang berlokasi di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar itu memproduksi pupuk batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar ekspor. Produk pupuk karya anak bangsa tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri menerima penjelasan langsung dari Direktur Utama PT Bursatani Futura Andyta, Raden Umar Hasan Saputra, mengenai produk Pupuk Futura Plus Presisi. Selanjutnya, Kapolri meninjau proses produksi pupuk batu bara di area pabrik.

PT Bursatani Futura Andyta memiliki area produksi seluas 20 hektare dan mempekerjakan 31 tenaga kerja yang terdiri atas pegawai administrasi, petugas keamanan, tenaga produksi, serta tenaga kerja tidak tetap.

Baca juga : Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Di Kampar, Lepas 80 Ton untuk Petani

Perusahaan beroperasi selama delapan jam setiap hari dengan kapasitas produksi mencapai 24 ton per hari atau sekitar 480 ton per bulan.

Pupuk tersebut diproduksi dari batu bara berkalori rendah yang sebelumnya tidak terserap industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pemanfaatan bahan baku tersebut menjadi inovasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus mendukung sektor pertanian.

Produk pupuk batu bara itu mengandung asam humat lebih dari 20 persen, C-organik minimal 15 persen, serta unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman.

Selain mendukung pertumbuhan tanaman, pupuk tersebut juga diklaim mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, dan menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Baca juga : GEBU Minang Bawa UMKM Sumbar Tembus Pasar Malaysia

Inovasi yang dikembangkan perusahaan itu telah memperoleh berbagai pengakuan, di antaranya izin edar dari Kementerian Pertanian, paten di Indonesia dan Amerika Serikat, serta perlindungan merek di China.

Perusahaan juga telah memperluas pengembangan fasilitas produksi ke Zimbabwe dan Nigeria sebagai bagian dari ekspansi pasar internasional.

Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, PT Bursatani Futura Andyta bekerja sama dengan Polri mengembangkan Futuraplus Presisi, pupuk batu bara yang diformulasikan sesuai kebutuhan kelompok tani binaan Polri.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri menyerahkan bantuan 80 ton pupuk batu bara Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Provinsi Riau.

Baca juga : Kapolri Paparkan Capaian Polri di Bidang Ketahanan Pangan Nasional

Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Siak, dan Kecamatan Tambang.

Penyerahan bantuan itu diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Kunjungan Kapolri ke pabrik tersebut menunjukkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan Polri dalam mendorong inovasi industri nasional yang mampu memberikan manfaat bagi petani sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.