BREAKING NEWS
 

OJK Luncurkan ETF Emas, Perluas Pilihan Investasi Masyarakat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 10 Agustus 2026 21:07 WIB
Foto: OJK

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk investasi baru yang diperdagangkan di bursa saham untuk memperluas pilihan investasi masyarakat.

Peluncuran ETF Emas dilakukan dalam rangkaian peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, ETF Emas merupakan salah satu quick win dari delapan rencana aksi OJK dalam melakukan pendalaman pasar secara terintegrasi. “ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica.

Menurut dia, kehadiran ETF Emas menjadi bagian dari upaya OJK mendorong transformasi Pasar Modal Indonesia agar semakin efisien, transparan, tepercaya, dan inovatif. ETF Emas juga diharapkan dapat memperluas basis investor sekaligus memberikan alternatif instrumen bagi masyarakat dalam melakukan diversifikasi investasi.

Baca juga : ETF Emas Diluncurkan saat HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik peluncuran ETF Emas sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan nasional. “Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

Airlangga menilai, pengembangan instrumen investasi baru diperlukan untuk memperkuat perekonomian nasional. Menurut dia, pendalaman pasar menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat struktur pasar keuangan Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mendukung peluncuran ETF Emas tersebut. Menurut dia, instrumen baru itu diharapkan memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola pasar modal.

Adsense

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan ETF Emas diharapkan memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi bagi investor. “Dengan adanya diversifikasi instrumen dan pilihan investasi, kehadiran ETF Emas diharapkan dapat memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Menko Airlangga Optimistis Prospek Ekonomi RI Cerah

Peluncuran ETF Emas dilakukan ketika jumlah investor Pasar Modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hingga 7 Agustus 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) telah mencapai 30,27 juta atau bertambah sekitar 9,8 juta investor.

Sebanyak 78 persen investor tersebut berusia di bawah 40 tahun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat, terutama kelompok usia muda, dalam pasar modal.

Selain memperluas pilihan investasi, OJK juga terus mendorong penguatan integritas Pasar Modal Indonesia melalui peningkatan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum, serta penguatan sistem pengawasan.

Hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat sebesar Rp123,21 triliun melalui 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di Pasar Modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan.

Baca juga : Bangun Bangsa Conference 2026 Dorong Investasi Sosial dan Ekonomi Hijau

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp667 triliun dan nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp 1.026 triliun per 7 Agustus 2026.

Friderica mengatakan pengembangan produk dan instrumen baru perlu diiringi dengan penguatan integritas pasar agar kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal terus terjaga.

“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia,” ujarnya.

Menurut Friderica, pertumbuhan jumlah investor tidak sekadar menunjukkan peningkatan kuantitas, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense