BREAKING NEWS
 

Komut Pertamina Apresiasi Sinergi Lintas Kementerian Percepat Perizinan Energi

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 14 Agustus 2026 19:07 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengapresiasi sinergi 10 kementerian dan enam lembaga dalam mempercepat proses perizinan sektor energi.

Apresiasi itu disampaikan Iriawan dalam acara Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga bertema “Sinergi Perizinan untuk Ketahanan Energi Nusantara”, Kamis (13/8/2026).

Iriawan menegaskan, ketahanan energi nasional membutuhkan kolaborasi lintas instansi.

Menurutnya, perizinan bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi penggerak investasi, produksi, dan ketersediaan energi.

Baca juga : Ekonom: Streamlining Pertamina Perkuat Fokus Bisnis dan Efisiensi

“Ketahanan energi membutuhkan sinergi seluruh kementerian dan lembaga. Perizinan bukan hanya proses administratif, tetapi merupakan salah satu enabler utama percepatan investasi, produksi, dan ketersediaan energi nasional, sehingga tidak boleh menjadi hambatan,” ujar Iriawan.

Ia menyebut integrasi perizinan bisnis hilir sebagai contoh nyata koordinasi lintas instansi. Pada fase pertama, lebih dari 165 perizinan telah diselesaikan. Capaian tersebut dinilai perlu direplikasi ke sektor hulu. Dari sekitar 2.700 Persetujuan Layak Operasi (PLO), sebanyak 1.200 telah rampung.

Adsense

“Ini merupakan kemajuan yang baik dan perlu terus dipercepat agar kegiatan operasi dan produksi tidak tertunda,” katanya.

Iriawan juga menyoroti perizinan sumur eksplorasi dan pengembangan. Banyaknya kementerian dan lembaga yang terlibat, menurutnya, harus memperkuat koordinasi, bukan justru menjadi hambatan.

Baca juga : 75% Sampah Berakhir di TPA, Guru Besar UGM Dorong Teknologi Waste-to-Energy

Karena itu, ia mengusulkan skema end-to-end integrated permitting dengan satu roadmap, timeline, penanggung jawab, dan mekanisme eskalasi yang jelas.

Menurutnya, percepatan perizinan tidak boleh mengorbankan standar keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan (HSSE), kepatuhan, maupun tata kelola perusahaan yang baik (GCG). “Yang kita hilangkan adalah unnecessary waiting time dan proses yang tidak terintegrasi,” ujarnya.

Iriawan menegaskan Pertamina siap menjadi bagian dari orkestrasi bersama pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi nasional.

“One team, one objective, memastikan energi tersedia tepat waktu, dengan biaya yang efisien dan tetap memenuhi seluruh ketentuan,” tuturnya.

Baca juga : Komut Pertamina Tinjau TPS3R Go-Sari, Perkuat Komitmen Desa Energi Berdikari

Ia berharap keberhasilan integrasi perizinan hilir menjadi tolok ukur bagi sektor hulu. “Setiap izin yang lebih cepat berarti satu langkah lebih dekat pada peningkatan produksi, investasi, dan pada akhirnya penguatan ketahanan energi Nusantara,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense