Dark/Light Mode

Pertamina NRE dan METI Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan di Sulawesi Utara

Rabu, 12 Agustus 2026 16:55 WIB
Jajaran pemerintah, Pertamina NRE, METI, dan pemangku kepentingan berfoto bersama seusai kegiatan Renewable Energy Forum 2026 dan pelantikan Pengurus METI Wilayah Sulawesi Utara di Manado, Senin (10/8/2026).
Jajaran pemerintah, Pertamina NRE, METI, dan pemangku kepentingan berfoto bersama seusai kegiatan Renewable Energy Forum 2026 dan pelantikan Pengurus METI Wilayah Sulawesi Utara di Manado, Senin (10/8/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mendorong penguatan ekosistem energi terbarukan di Sulawesi Utara (Sulut).

Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Renewable Energy Forum 2026 bertema “Empowering Future Leaders to Accelerate Indonesia” yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus METI Wilayah Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Senin (10/8).

Kegiatan yang diselenggarakan METI bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan Dewan Energi Mahasiswa Sulawesi Utara itu mempertemukan unsur pemerintah, industri, akademisi, serta 19 organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

Bagi Pertamina NRE, penguatan ekosistem energi terbarukan di daerah menjadi bagian penting untuk memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sulawesi Utara dinilai strategis karena telah mencatat capaian dalam pemanfaatan energi terbarukan. Bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di provinsi tersebut mencapai 32 persen, yang didominasi energi panas bumi.

Baca juga : Kepuasan Stakeholder Pertamina NRE Naik, Indeks Capai 4,30

Sekitar 24 persen kebutuhan listrik Sulawesi Utara juga telah dipasok dari panas bumi. Selain panas bumi, Sulawesi Utara memiliki potensi energi terbarukan lain, seperti tenaga surya, angin, energi laut, bioenergi, dan hidro.

“Sulawesi Utara menunjukkan bahwa potensi energi terbarukan dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan potensi yang besar dan pengalaman dalam pemanfaatan panas bumi, Sulawesi Utara dapat menjadi salah satu contoh bagaimana daerah berperan aktif dalam mendorong transisi energi,” ujar Norman Ginting, Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE sekaligus Ketua Umum METI pada Senin, Senin (10/8).

Menurut Norman, pengembangan energi terbarukan perlu dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda.

Dalam konteks itu, METI Wilayah berperan memperkuat ekosistem energi terbarukan di daerah melalui advokasi dan sinkronisasi kebijakan, menjembatani investor dengan mitra lokal untuk merealisasikan proyek, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.

Pembentukan METI Wilayah Sulawesi Utara merupakan bagian dari peta jalan dekade pertama METI 2026–2036, khususnya untuk mendukung target mewujudkan swasembada energi di seluruh wilayah Indonesia.

Sulawesi Utara menjadi METI Wilayah pertama di kawasan timur Indonesia. Sebelumnya, METI telah hadir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.

Baca juga : Pertamina NRE Pasang PLTS di SMPN 2 Mandau, Dukung 768 Siswa Belajar

Pelantikan ditandai dengan penyerahan Pataka METI Sulawesi Utara dari Norman Ginting kepada Prof. Benny Pinontoan selaku Ketua METI Wilayah Sulawesi Utara.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap pembentukan METI Wilayah Sulawesi Utara.

Menurut dia, potensi energi terbarukan Sulawesi Utara merupakan modal penting untuk mewujudkan kedaulatan energi yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peran METI sebagai katalisator ide, kebijakan, investasi energi ramah lingkungan, dan wadah edukasi bagi mahasiswa untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor energi terbarukan.

Semangat kolaborasi juga diperkuat melalui keterlibatan 19 organisasi mahasiswa dan kepemudaan dalam forum tersebut.

Para mahasiswa mengikuti diskusi mengenai masa depan energi terbarukan sekaligus menyampaikan Deklarasi Mahasiswa Mendukung Transisi Energi Bersih.

Baca juga : Pertamina NRE Perkuat Kinerja Lewat Investasi Strategis di CREC Filipina

Deklarasi tersebut memuat komitmen untuk mendukung kedaulatan energi Indonesia, mengabdi kepada masyarakat, menjalankan tanggung jawab intelektual, serta memperjuangkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menyiapkan calon pemimpin dan sumber daya manusia sektor energi pada masa mendatang.

“Transisi energi adalah agenda bersama yang membutuhkan kontribusi dari seluruh wilayah dan generasi. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan semangat anak-anak muda di Sulawesi Utara yang ikut mengambil bagian. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar energi terbarukan tidak hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi dan membuka peluang baru bagi daerah,” tutup Norman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.