BREAKING NEWS
 

Kado HUT ke-81 RI: Indonesia Ekspor Beras ke Malaysia, Stok Dalam Negeri Aman

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 16 Agustus 2026 15:15 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia kembali membuka keran ekspor beras dengan menyepakati pengiriman 200.000 ton beras premium ke Malaysia secara bertahap. Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton, dijadwalkan menjadi bagian dari kesepakatan ekspor senilai Rp 3,39 triliun tersebut.

Beras premium yang diekspor ke Malaysia ditetapkan dengan harga sekitar Rp 17.000 atau 3,9 ringgit per kilogram.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dibukanya kembali ekspor beras nasional menunjukkan bahwa produksi dan stok beras dalam negeri berada dalam kondisi aman.

“Ini kabar baik untuk Indonesia. Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan, kita sudah sewa gudang 2 juta ton. Kita surplus,” kata Amran dalam penandatanganan kesepakatan kerja sama ekspor beras ke Malaysia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca juga : Partai Ummat Hadiri Kongres Nasional Keadilan 2026, Bidik Kerja Sama Politik

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, atau lebih tinggi dibandingkan konsumsi nasional yang berada di kisaran 30–31 juta ton. Sepanjang 2025, Indonesia juga menghasilkan surplus sekitar 4 juta ton.

Tahun ini, produksi beras nasional diperkirakan kembali meningkat. Kondisi tersebut turut memperkuat stok beras Indonesia yang saat ini mencapai 5,2 juta ton. Dengan ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan aman hingga Mei 2027.

Amran menegaskan, tingginya produksi beras nasional membuat Indonesia memiliki ruang untuk memasok kebutuhan pasar luar negeri, tanpa mengganggu ketersediaan pangan di dalam negeri.

“Produksi 2026 dengan 2025 itu surplus 8 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton. Dulu, kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir. Sekarang, kita ekspor ke Malaysia,” kata Amran.

Kebutuhan Beras Dalam Negeri Aman

Baca juga : Persik Bidik Trofi Internasional di Turnamen Pramusim Malaysia

Amran memastikan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Menurutnya, pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional.

Adsense

Amran juga mengatakan, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pertanian Malaysia menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut dan membuka peluang peningkatan volume impor beras dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan Malaysia.

Saat ini, Sarawak membutuhkan pasokan beras sekitar 200.000 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan beras Malaysia secara nasional mencapai sekitar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.

“Ini sejarah baru antara Indonesia dengan Malaysia untuk perberasan. Moga-moga ke depan ini semua lancar, karena sesuai pembicaraan kami dengan Menteri Pertanian Malaysia baru saja, jumlahnya (ekspor) ditingkatkan karena kebutuhannya 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” beber Amran.

Baca juga : Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar

Menurutnya, ekspor tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya kapasitas produksi pangan nasional, sekaligus bentuk kontribusi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan negara lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense