Dark/Light Mode

Partai Ummat Hadiri Kongres Nasional Keadilan 2026, Bidik Kerja Sama Politik

Minggu, 16 Agustus 2026 08:51 WIB
Foto: Partai Ummat.
Foto: Partai Ummat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Ummat memanfaatkan kehadiran dalam Kongres Nasional Keadilan 2026 di Melaka, Malaysia, untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama politik dengan partai-partai di luar negeri.

Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar dan Sekjen DPP Partai Ummat Taufik Hidayat hadir sebagai tamu kehormatan dalam agenda tersebut.

Keduanya menghadiri undangan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam peresmian Kongres Nasional Keadilan 2026 di Melaka International Trade Centre (MITC), Ayer Keroh, Melaka, Sabtu (15/8/2026).

Kongres Nasional Keadilan ke-19 berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Memugar Reformasi, Membina MADANI”.

Baca juga : Persik Bidik Trofi Internasional di Turnamen Pramusim Malaysia

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan perwakilan, pemerhati, anggota PKR, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Menurut Heikal Safar, kongres diisi sejumlah agenda utama, di antaranya sesi perbahasan yang melibatkan 16 pembahas dari berbagai sayap partai dan perwakilan negeri.

Pembahasan mencakup sejumlah persoalan strategis, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.

Agenda lainnya adalah penyampaian Anugerah Bill Kayong kepada lima keluarga sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian anggota yang dinilai berjasa kepada partai.

Kongres juga diramaikan Karnival Rahmah Mega serta kerja sama strategis dengan berbagai agensi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga : Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar

“Selain itu, penyelenggaraan Karnival Rahmah Mega dan kerja sama strategis bersama berbagai agensi pemerintah menjadi bagian penting dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Heikal kepada media, Minggu (16/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Heikal Safar dan Taufik Hidayat turut menyampaikan salam hormat dari Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat Amien Rais dan Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi kepada Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim serta seluruh peserta Kongres Nasional Keadilan 2026.

Heikal menuturkan, pidato kebijakan Anwar Ibrahim dalam peresmian kongres turut menyoroti sejumlah agenda penting bagi PKR dan pemerintahan Malaysia.

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah Perjanjian Malaysia 1963, khususnya terkait hak Sabah dan Sarawak. Anwar menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan agenda nasional yang membutuhkan perhatian khusus dan tidak semata-mata dipandang sebagai isu regional.

Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Jika Kembali Ke Parpol Bakal Kontraproduktif

Selain itu, Anwar mengajak seluruh kader dan pendukung PKR untuk terus menjaga serta memperkuat semangat reformasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut Heikal, pesan tersebut menunjukkan pentingnya melanjutkan berbagai perubahan positif sekaligus menjaga semangat reformasi.

Heikal menilai, kehadiran Partai Ummat dalam forum tersebut memberikan banyak pelajaran sekaligus membuka ruang untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan partai politik di luar negeri.

“Kesimpulannya, banyak manfaat yang kami petik dari kehadiran dalam undangan kehormatan Perdana Menteri Malaysia yang juga Presiden PKR. Ini menjadi pengalaman penting bagi Partai Ummat untuk semakin modern, terbuka, dan membangun kerja sama dengan para pemimpin partai, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkas Heikal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.