BREAKING NEWS
 

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya IBMA

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Kamis, 20 Agustus 2026 15:27 WIB
Peresmian Indonesia Bullion Market Association di Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu tahun setelah diluncurkannya usaha emas batangan (Bank Emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kinerja bank emas batangan mendapat antusias positif dari masyarakat.

Satu tahun pertama Bank Emas telah membangun fondasi dan menunjukkan besarnya potensi ekosistem emas Indonesia.

Saat ini bank bullion di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, di antaranya 153 ton emas yang dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas yang dikelola oleh BSI.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu terobosan strategi yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Cita-cita menjadikan industri emas batangan mendorong ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan komitmen dan dukungan pelaku usaha dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

 

Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IMBA) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. BSI)

 

Baca juga : BSI-IBMA Perkuat Daya Saing Industri Bulion Nasional di Pasar Asia Tenggara

IBMA resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar emas yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional pada Selasa (18/8/2026).

Kehadirannya diharapkan sebagai wadah kolaborasi strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta mampu menjadi mitra strategis dalam kebijakan pengembangan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar emas batangan nasional di tingkat regional maupun global.

Dengan integrasi yang lebih cepat, proses hilirisasi emas akan terjadi peningkatan akselerasi produk berbasis emas akan lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar emas batangan di Asia Tenggara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, terbentuknya IBMA menandai fase baru pengembangan industri emas batangan Indonesia. Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan berhasil dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion, fokus berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

“Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar emas batangan Indonesia,” ujar Airlangga.

IBMA terdiri atas lintas industri mulai dari hulu hingga hilir, di antaranya perusahaan dengan bidang usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pengolahan menjadi emas batangan dan perak, perusahaan yang memperdagangkan batang emasan ( bullion dealer ); perusahaan pembiayaan & lembaga keuangan non-Bank yang memiliki izin di bidang industri bulion dan bank bulion.

IBMA akan semakin memperkuat peran bullion bank dengan hadir menjadi platform strategis yang membawa ekosistem bullion Indonesia ke tahap berikutnya dan dalam jangka panjang memperkuat posisi Indonesia di pasar bullion regional.

Adsense

Saat ini yang telah bergabung di IBMA adalah PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk. (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, serta PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler) dan PT Sentral Kreasi Kencana (biasa dikenal SKK Jewels) serta PT Laku Emas Indonesia.

Baca juga : BSI-IBMA Perkuat Daya Saing Industri Bulion Nasional di Pasar Asia Tenggara

Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum, dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal. Bagi dunia usaha, penguatan ekosistem emas tidak hanya membuka peluang pengembangan batang layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih dalam dengan likuiditas yang semakin baik.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri, memperkuat pembiayaan sektor riil, dan menarik partisipasi investor domestik maupun internasional.

Pemerintah Republik Indonesia memandang pengembangan pasar emas batangan merupakan bagian dari strategi transformasi ekonomi menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029 diantaranya melalui program hilirisasi setara tertua dalam visi Astacita.

Untuk mendukung target tersebut, penguatan dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bullion, penyempurnaan regulasi, pemberian insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri agar sejalan dengan praktik terbaik internasional.

Data World gold Council  Menyebutkan produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat 10 di dunia.

Dewan Emas Dunia  juga menyoroti peningkatan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan emas baik dari sisi kepemilikan emas pada ETF Emas global yang memasuki tahun kedua terkuat sepanjang Sejarah maupun pembelian emas batangan dan koin meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) sekaligus menjabat sebagai Ketua IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan, kehadiran IBMA ditargetkan menjadi akselerator utama dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.

Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar emas batangan Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional,” ujar Selfie dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Baca juga : IKD Percepat Penyaluran Bansos, Verifikasi Kini Cuma 2 Menit

Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar negara produsen komoditas emas menjadi pusat perdagangan ( bullion hub ) terkemuka di kawasan regional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perluasan investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selfie menambahkan, kehadiran pelaku IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh industri untuk membangun pasar emas batangan Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional.

“Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Selfie.

Melalui penguatan ekosistem nasional emas batangan yang terintegrasi dan berdaya saing global, seluruh anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan produk emas batangan, penguatan sinergi dengan keuangan syariah, kemudahan yang diupayakan, serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong untuk memperluas basis investor sekaligus meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

Selfie menambahkan, pembentukan IBMA sekaligus menandai keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengidentifikasi peluang, menjawab tantangan, dan memperkuat arah kebijakan yang diperlukan dalam membangun rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir.

“Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga potensi emas nasional tidak hanya menjadi aset komoditas, tetapi juga menjadi salah satu penggerak hilirisasi, penguatan sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Selfie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense