RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku industri emas nasional membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah untuk memperkuat dan mempercepat pengembangan pasar bulion di Indonesia.
Pembentukan IBMA menjadi langkah lanjutan setelah kegiatan usaha bulion atau Bank Emas berjalan sekitar satu tahun. Saat ini, Bank Emas di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, terdiri dari 153 ton yang dikelola Pegadaian dan 24 ton oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).
Asosiasi tersebut sebelumnya telah disiapkan sejumlah pelaku industri emas. IBMA ditargetkan menjadi wadah koordinasi industri emas dari sektor hulu hingga hilir, termasuk mendorong standardisasi dan pengembangan perdagangan emas nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai tahap baru dalam pengembangan industri bulion Indonesia.
“Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan berhasil dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion, fokus berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi,” kata Airlangga di BSI Tower Monas, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Baca juga : Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya IBMA
Menurut Airlangga, Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Pengelolaan komoditas tersebut di dalam negeri perlu diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
“IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia,” ujarnya.
IBMA beranggotakan pelaku usaha dari berbagai sektor industri emas. Keanggotaannya mencakup perusahaan pertambangan emas, manufaktur dan pengolahan emas, perdagangan emas batangan, perusahaan pembiayaan, lembaga keuangan nonbank, hingga bank bulion.
Sejumlah perusahaan yang telah bergabung antara lain Pegadaian, BSI, PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia.
Selfie Dewiyanti ditetapkan sebagai Ketua Umum IBMA, sedangkan Anton Sukarna menjabat Sekretaris Jenderal.
Baca juga : Pasar Modal RI Makin Besar, Emiten Diminta Perkuat Tata Kelola
Selfie mengatakan IBMA akan diarahkan menjadi penggerak pengembangan perdagangan dan jasa bulion nasional yang transparan dan berdaya saing global.
“Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional,” kata Selfie.
Menurutnya, penguatan ekosistem bulion dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk berkembang menjadi pusat perdagangan dan jasa bulion di kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen emas.
Pengembangan pasar bulion juga membuka ruang bagi berkembangnya layanan keuangan berbasis emas. Layanan tersebut mencakup tabungan, pembiayaan, perdagangan, hingga penitipan emas.
Pasar bulion yang semakin dalam diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi industri sekaligus menarik lebih banyak investor. Penguatan ekosistem juga dapat memperluas pemanfaatan emas sebagai bagian dari aktivitas ekonomi dan layanan keuangan.
Baca juga : Airlangga Bertemu Mendag China, Perkuat Perdagangan, Investasi dan Ekonomi
Data World Gold Council mencatat produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 104 ton. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 sebagai negara produsen emas terbesar di dunia.
Pemerintah menilai pengembangan pasar bulion sejalan dengan upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui hilirisasi. Penguatan industri dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bulion, penyempurnaan regulasi, pemberian insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri.
Dengan terbentuknya IBMA, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat keterhubungan industri emas dari hulu hingga hilir. Ekosistem yang semakin terintegrasi juga diharapkan membuat pasar emas Indonesia lebih efisien, transparan, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat regional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.