Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Pasar Modal RI Makin Besar, Emiten Diminta Perkuat Tata Kelola
Rabu, 12 Agustus 2026 10:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong peningkatan kinerja dan tata kelola perusahaan tercatat atau emiten untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meskipun menghadapi berbagai gejolak global. “Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45 persen pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global,” ujar Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88 persen serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Sejalan dengan fundamental ekonomi tersebut, pasar modal Indonesia terus berkembang dengan basis investor dan jumlah perusahaan tercatat yang semakin besar. Hingga Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 perusahaan, jumlah investor 28,9 juta, dan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.
Baca juga : Menko Airlangga Dorong Diversifikasi Pembiayaan
Di tingkat ASEAN, Indonesia tercatat memiliki jumlah investor terbesar dan jumlah perusahaan tercatat terbesar kedua. Indonesia juga memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga serta rata-rata nilai transaksi harian terbesar kedua di kawasan ASEAN.
Namun, Pemerintah menilai penguatan pasar modal ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan skala. Peningkatan kualitas, kedalaman, likuiditas, serta kepercayaan investor juga perlu menjadi perhatian.
Dari sisi pasokan, hingga Juli 2026 terdapat tujuh perusahaan baru yang tercatat di bursa secara year-to-date dengan dana penawaran umum perdana saham (IPO) sekitar Rp2,16 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.
Pada saat yang sama, investor semakin memperhatikan aspek likuiditas, struktur kepemilikan, kecukupan saham beredar (free float), transparansi, tata kelola, serta kualitas keterbukaan informasi. Karena itu, peningkatan kualitas perusahaan tercatat menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat kredibilitas pasar modal.
Baca juga : Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta, Mayoritas Berusia Di Bawah 40 Tahun
Pemerintah juga terus memperkuat reformasi pasar modal melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan instrumen investasi, termasuk PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia.
Di luar pasar modal, penguatan iklim investasi dilakukan melalui deregulasi dan penyelesaian berbagai hambatan investasi lintas kementerian/lembaga. Melalui Satuan Tugas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 telah diterima 170 aduan pelaku usaha dan 124 di antaranya telah diselesaikan.
Aduan tersebut mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi. Penyelesaian berbagai hambatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan usaha dan memberikan kepastian berusaha.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil. Menurut dia, perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal.
Baca juga : ETF Emas Diluncurkan saat HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia
“Penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil. Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” kata Haryo.
Ia menambahkan penguatan kualitas perusahaan tercatat akan mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah memperkuat pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang perekonomian nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Armand Wahyudi Hartono, serta jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Emiten Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya