Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Duit Ratusan Juta
- KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin
- Sah, Kylian Mbappe Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026
- Kemenag Hadirkan Aplikasi AMAN untuk Permudah Pelaporan Kekerasan
- Pramono Diledek Istri Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Airlangga Bertemu Mendag China, Perkuat Perdagangan, Investasi dan Ekonomi
Minggu, 19 Juli 2026 13:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, di Shanghai, Jumat (17/7/2026). Pertemuan membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–China, terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta kerja sama ekonomi regional.
Menurut Airlangga, Indonesia dan China memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. “Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (19/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa selama ini China telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–China mencapai 154,6 miliar dolar AS. Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24 persen. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral.
Di bidang investasi, China juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi China mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.
Penguatan Kerja Sama TCTP
Dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP), Indonesia dan China telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 37,1 triliun.
Airlangga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman tersebut menjadi proyek investasi yang konkret. Pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan China juga perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP.
Baca juga : Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujarnya.
Indonesia turut mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia.
Indonesia juga mengharapkan dukungan Menteri Perdagangan China untuk mendorong keterlibatan perusahaan China sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia.
Penguatan Perdagangan dan Investasi
Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor.
Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor China. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Kerja Sama Investasi Energi Surya
Pada sektor energi, Airlangga mengundang perusahaan China untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.
Baca juga : IPB: Kelapa Sawit Berperan Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi China dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia–China dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi.
Airlangga menyampaikan, industri panel surya yang telah beroperasi di Indonesia masih dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut. Penguatan tersebut perlu diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.
Penguatan Kerja Sama RCEP
Dalam pembahasan kerja sama ekonomi regional, Indonesia mengharapkan dukungan China terhadap pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia.
Sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam proses pembentukan RCEP, Indonesia menilai keberadaan sekretariat permanen diperlukan untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota, mendukung implementasi perjanjian, serta meningkatkan pemanfaatan berbagai fasilitas RCEP oleh dunia usaha.
Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar kerja sama tersebut semakin relevan dalam merespons perkembangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan struktur rantai pasok, serta kebutuhan peningkatan integrasi ekonomi kawasan.
Dukungan China terhadap pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan perjanjian sekaligus mendukung posisi ASEAN sebagai pusat arsitektur ekonomi regional.
Persiapan APEC 2026
Baca juga : Airlangga Ajak Huawei Dan ByteDance Perkuat Ekonomi Digital RI
Airlangga turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan China dalam APEC 2026. Indonesia memandang bahwa prioritas keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sejalan dengan agenda penguatan integrasi ekonomi kawasan, transformasi digital, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di China, yang diharapkan turut menjadi momentum pertemuan Kepala Negara Indonesia dan China, kedua negara perlu mulai mempersiapkan kerja sama ekonomi yang lebih kuat dan konkret.
Kedua pihak diharapkan dapat mengidentifikasi proyek prioritas yang dapat ditindaklanjuti atau diumumkan pada momentum pertemuan pemimpin kedua negara. Dengan demikian, penyelenggaraan APEC 2026 dapat menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia–China.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkas Airlangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya