BREAKING NEWS
 

Perkuat Kemitraan Ekonomi

Indonesia Ajak Jerman Garap Energi Hijau Dan Semikonduktor

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 22 Agustus 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) menerima Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut membahas kerja sama kedua negara. Foto: KEMENKO PEREKONOMIAN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Jerman memperkuat kemitraan ekonomi dengan membidik sejumlah sektor strategis. Mulai dari energi terbarukan, semikonduktor hingga pendidikan vokasi. Pemerintah membuka peluang lebih besar bagi perusahaan Jerman menanamkan modal di sejumlah proyek prioritas.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, peluang investasi perusahaan Jerman di Indonesia masih terbuka lebar. Terutama untuk proyek-proyek energi hijau yang saat ini masuk dalam pipeline kerja sama kedua negara.

“Jerman telah menjadi mitra Indonesia dengan lebih dari 250 perusahaan sudah berbisnis dan beroperasi di Indonesia. Dari tahun 2021-2026 investasinya 1,23 miliar dolar AS (Rp 21,8 triliun, kurs 17.718 per dolar AS),” kata Airlangga dalam konferensi pers usai bertemu Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan beserta delegasi bisnisnya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca juga : Teknologi WtE Cuma Bisa Atasi 24 Persen Sampah

Pertemuan bertema Indonesia-Germany Economic Partnership: Strengthening Partnership, Investment and Future Cooperation itu membahas sejumlah proyek potensial yang dapat segera dikembangkan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah energi terbarukan. Indonesia mendorong perusahaan Jerman untuk masuk lebih jauh ke proyek energi hijau. Termasuk melalui akses pembiayaan dari KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau), bank pembangunan dan investasi milik negara Jerman.

Airlangga mengatakan, Negeri Panzer juga memiliki posisi strategis dalam agenda transisi energi Indonesia melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Baca juga : Inter Milan Vs Monza, Ular Menjaga Mahkota

“Jerman juga menjadi co-leading IPG (International Partners Group) dengan Jepang. Proyek yang di komitmen dalam JETP sebesar 21,4 miliar dolar AS (Rp 378 triliun),” ungkapnya.

Selain energi, kedua negara membahas penguatan rantai nilai industri semikonduktor. Menurut Airlangga, sektor tersebut penting dikembangkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kerja sama juga diarahkan pada pendidikan vokasi. Pengalaman Jerman dalam membangun sistem pendidikan vokasi dapat membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri.

Adsense

Baca juga : Andalkan Sayap Macarena, McLaren Incar Hattrick Di Sirkuit Zandvoort

“Jerman mempunyai keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, standard industry dan inilah yang kita ingin kerjasamakan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya,” ucap Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense